Des 01, 2019 20:40 Asia/Jakarta

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan kunjungan mendadak ke pangkalan militer Amerika di Lapangan Terbang Bagram di Afghanistan.

Trump tiba pada Kamis, 28 November 2019 dan kembali sebelum tengah malam. Dia disambut oleh Ketua Umum Gabungan AS Jenderal Mark Milley.

Milley pada hari Rabu mengatakan, peluang hasil yang sukses dari pembicaraan damai dengan Taliban lebih tinggi dari sebelumnya dan bisa terjadi dalam waktu dekat.

Dalam kunjungan singkat dan rahasia tersebut, Trump bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

Dalam pidatonya di hadapan pasukan AS, Trump mengatakan bahwa pemerintah sedang melakukan pembicaraan dengan Taliban. Dia mengklaim kedua belah pihak ingin membuat kesepakatan.

Trump juga mengatakan bahwa AS secara substansial akan mengurangi jumlah pasukan di Afghanistan.

Sekitar 13.000 tentara AS berada di Afghanistan 18 tahun pasca serangan 11 September 2001.

Trump menegaskan kembali rencananya untuk memangkas jumlah pasukan menjadi sekitar 8.600 tetapi tidak mengatakan berapa banyak personel yang akan pergi atau kapan.

Kunjungan Trump ke Afghanistan dilakukan setelah pertukaran tahanan dengan Taliban yang bertujuan melanjutkan negosiasi perdamaian.

Namun belum ada respons langsung dari Taliban mengenai perundingan damai tersebut.

Presiden AS pada  7 September 2019 telah membatalkan pembicaraan damai dengan para pemimpin Taliban Afghanistan setelah kelompok ini mengaku bertanggung jawab atas serangan teror di Kabul yang menewaskan seorang tentara Amerika dan 11 orang lainnya.

Sebenarnya, Trump telah merencanakan pertemuan rahasia dengan para pemimpin utama Taliban pada 8 September 2019 di kompleks kepresidenan di Camp David, Maryland, bahkan dia mengatakan bahwa dirinya juga akan menemui Presiden Afghanistan. Namun Trump segera membatalkan pembicaraan tersebut ketika Taliban mengaku mendalangi serangan di Kabul.

Trump dalam tweetnya menulis, jika mereka tidak dapat menyetujui gencatan senjata selama pembicaraan damai yang sangat penting ini, bahkan membunuh 12 orang yang tidak bersalah, maka mereka mungkin tidak memiliki kekuatan untuk menegosiasikan perjanjian yang berarti.

Keputusan mengejutkan itu menimbulkan keraguan pada nasib rancangan kerangka perjanjian damai yang dibuat oleh Zalmay Khalilzad untuk menarik ribuan tentara AS dalam beberapa bulan mendatang.

Zalmay adalah utusan khusus AS untuk perdamaian di Afghanistan. Rencananya, berdasarkan rancangan kerangka perjanjian damai itu, sekitar 5.000 dari 13.000 tentara AS di lima pangkalan akan ditarik dari Afghanistan selama beberapa bulan mendatang.

Namun imbalannya adalah jaminan bahwa Afghanistan tidak akan digunakan sebagai pangkalan untuk serangan kelompok-kelompok militan terhadap AS dan sekutunya.  (RA)

Tags