Des 09, 2019 16:33 Asia/Jakarta

Amerika Serikat akhirnya membebaskan ilmuwan Republik Islam Iran Profesor Masoud Soleimani setelah menahannya secara ilegal selama lebih dari setahun

Soleimani diserahkan kepada pejabat Iran di Swiss pada Sabtu dini hari, 7 Desember 2019. Dia dibebaskan setelah disandera dan dipenjara secara ilegal di AS.

Ilmuwan di bidang Stem Cell ini telah diserahkan kepada pejabat Iran selama perjalanan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif ke Zurich, Swiss.

Zarif dalam sebuah tweet pada hari Sabtu menulis, "Senang bahwa Profesor Massoud Soleimani dan Tuan Xiyue Wang akan segera bergabung dengan keluarga mereka. Terima kasih banyak kepada semua yang terlibat, terutama pemerintah Swiss."

Soleimani telah ditahan atas tuduhan palsu melanggar sanksi ilegal AS dan dipenjara di AS selama lebih dari setahun, namun kini dia telah dibebaskan dan akan kembali ke Iran selama beberapa jam ke depan.

Ilmuwan Iran ini dibebaskan berdasarkan upaya Kementerian Luar Negeri Iran dan kerja sama dari organisasi keamanan dan peradilan Republik Islam Iran dalam proses diplomatik bekerja sama dengan pemerintah Swiss.

Dalam proses ini, warga negara Amerika Xiyue Wang, yang sedang menjalani hukuman di Iran karena melakukan spionase, juga telah dibebaskan dan diserahkan kepada pejabat Swiss untuk dipulangkan ke AS.

Pembebasan itu dilakukan setelah disetujui oleh Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran dan kerja sama serta izin dari lembaga peradilan dan keamanan Iran.

Soleimani adalah seorang profesor dan peneliti biomedis di Universitas Tarbiat Modares (TMU) di Tehran. Dia juga mendapat pengakuan sebagai salah satu dari 1% ilmuwan dan peneliti teratas berdasarkan ISI (Thomson Scientific Institute) pada 2015.

Ilmuan Iran ini ditangkap oleh Biro Investigasi Federal AS (FBI) setelah kedatangannya di bandara Chicago, Amerika pada 22 Oktober 2018.

Soleimani pergi ke Amerika atas undangan Mayo Clinic di Minnesota untuk memimpin program penelitian di sana, tetapi dia tiba-tiba ditangkap FBI, yang juga membatalkan visa penelitiannya.

Jaksa mendakwa Soleimani, yang bekerja dalam penelitian Sel Punca, hematologi, dan kedokteran regeneratif, dan dua mantan muridnya, berkonspirasi dan berusaha mengekspor vial hormon pertumbuhan dari AS ke Iran tanpa izin, di  ini dianggap melanggar sanksi Amerika.

Namun ternyata, mereka diam-diam memperoleh dakwaan terhadap Soleimani pada Juni 2018, sebelum kedatangannya di AS.

Sementara itu, pengacara para ilmuwan mengatakan bahwa tidak ada lisensi khusus yang diperlukan untuk percobaan pengangkutan karena hormon tersebut merupakan bahan medis dan membawa mereka ke Iran untuk tujuan non-komersial tidak sama dengan mengekspor barang.

Hormon tersebut, yang merupakan bentuk protein sintetik, tidak dilarang di AS atau Iran dan digunakan secara eksklusif untuk penelitian medis.  (RA)

Tags

Komentar