Des 12, 2019 18:11 Asia/Jakarta
  • Koridor Transportasi Utara-Selatan Internasional (INSTC).
    Koridor Transportasi Utara-Selatan Internasional (INSTC).

Iran adalah sebuah negara yang terletak di wilayah Asia Barat. Karena posisi geografis yang istimewa, negara ini menjadi penghubung antara tiga benua Asia, Eropa, dan Afrika. Posisi geopolitik Iran semakin penting karena ketergantungan negara-negara Eropa dan Asia Timur pada sumber energi di Teluk Persia.

Di masa lalu, Iran telah menjadi jembatan antara Timur dan Barat, dan arus barang melewati wilayah Iran melalui rute-rute terkenal masa itu seperti Jalur Sutra, Jalur Mutiara, dan Jalur India. Sekarang Iran juga memainkan peran yang efektif dalam menghubungkan dunia Timur dengan dunia Barat.

Iran di sebelah barat berbatasan dengan Turki dan Irak, di sebelah timur dengan Afghanistan dan Pakistan. Di bagian selatan Iran terdapat Teluk Persia, tempat negara-negara penghasil utama minyak dunia berada. Wilayah ini dianggap sebagai pusat energi dunia.

Di utara Iran terletak Laut Kaspia, yang merupakan jalur penghubung terbaik antara Iran, Rusia, Kazakhstan, Turkmenistan, Armenia, dan Azerbaijan. Iran dapat memainkan peran penting dalam perdagangan antara negara-negara tersebut.

Di sini, kita akan memaparkan beberapa keuntungan menggunakan wilayah Iran sebagai jalur transit barang.

Salah satu keuntungan transit barang via Iran adalah karena ia berada di Koridor Transportasi Utara-Selatan Internasional (INSTC) dan ini akan memudahkan konektivitas perdagangan antara negara-negara seperti Rusia, Eropa Timur, Eropa Tengah, Eropa Utara, Asia Tengah, dan Kaukasus. Dari wilayah Iran, barang juga bisa dikirim ke negara-negara di Asia Selatan, Asia Tenggara, Oceania, dan negara-negara Teluk Persia.

Iran menyimpan banyak daya tarik untuk transit barang, karena ia memiliki fasilitas dan infrastruktur yang memadani di berbagai sektor transportasi. Pelabuhan Shahid Rajaie, Amirabad, dan Bandar Anzali memiliki posisi khusus di jalur transit koridor Utara-Selatan.

Pelabuhan Chabahar, Iran.

Studi yang dilakukan oleh Asosiasi Pengangkutan Freight Forwarders di India (FFFAI) menemukan bahwa rute INSTC terbukti 30 persen lebih murah dan 40 persen lebih pendek dari rute tradisional saat ini.

Selain itu, Republik Islam Iran berada di poros geografis negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi (ECO). Posisi ini memberi Iran peluang untuk memainkan peran aktif dalam membangun hubungan ekonomi dan perdagangan antara negara-negara anggota ECO di sektor transit barang ekspor-impor, serta menyediakan akses kepada para anggota ECO ke jalur laut dan perairan internasional via Teluk Persia.

Pengiriman barang bisa dilakukan melalui darat (land transit), laut (marine cargo), atau udara (air cargo). Di antara tiga jenis ini, transit via darat adalah cara yang paling umum digunakan di negara-negara dunia, terutama di Iran karena fleksibilitas dalam pemilihan rute, jumlah barang yang bisa diangkut, waktu perjalanan, akses mudah ke pusat-pusat produksi, dan tidak perlu bongkar-muat ulang.

Di Iran, jalur darat menjadi pilihan utama untuk mengangkut barang dari satu daerah ke daerah lain, karena ia bukan negara kepulauan, infrastruktur jalan raya yang lebar dan mulus, dan murahnya harga bahan bakar.

Seorang pakar ekonomi Iran, Ali Taheri Fard mengatakan, "Pengembangan infrastruktur transit barang di Iran dalam beberapa tahun terakhir dilakukan di tengah meningkatnya pengaruh ekonomi dan politik negara ini di Asia Barat. Banyak kapasitas yang terlewatkan mulai dikejar dengan lebih serius dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satunya adalah menghidupkan kembali Jalur Sutra sebagai sebuah rute transportasi darat yang panjang. Pemerintah Cina berusaha untuk merevitalisasi Jalur Sutra dengan memanfaatkan kapasitas Iran. Rute bersejarah ini – yang menjadi rute transit utama untuk barang dan jalur perdagangan antara Asia dan Eropa sejak zaman kuno – dapat memainkan peran penting di sektor perekonomian dunia saat ini."

85 persen ekspor Cina dilakukan ke negara-negara Eropa, dan saat ini Terusan Suez menjadi jalur utama pengiriman barang mereka. Jika memanfaatkan kapasitas Iran dalam koridor Jalur Sutra, maka rute yang ditempuh akan jauh lebih pendek dan ketergantungan Cina pada Terusan Suez bisa berkurang.

Di samping kapasitasnya di bidang transportasi darat, Iran juga memiliki kapasitas yang besar di sektor transportasi laut. Saat ini pengiriman via laut memainkan peran penting dalam perdagangan internasional.

Selain kecepatan, transportasi laut memiliki kapasitas angkut yang besar dan cakupan wilayah yang luas. Transportasi darat tidak mampu menjangkau wilayah yang luas seperti halnya transportasi laut. Industri-industri berat – dengan pasokan bahan baku yang besar dan cepat – membutuhkan pengiriman via laut.

Penerbangan pesawat yang melewati wilayah udara Iran.

Pelabuhan adalah jalur penghubung utama untuk transportasi, perdagangan internasional, gerbang pertukaran energi, kargo dan penumpang di laut dan darat. Iran memiliki pelabuhan-pelabuhan penting di utara dan selatannya. Pelabuhan Imam Khomeini ra, Shahid Rajaee, Bushehr, dan Chabahar berada di bagian selatan negara ini, sementara pelabuhan Amirabad, Noshahr, dan Anzali berada di utara.

Kapasitas perdagangan pelabuhan Iran mencapai sekitar 230 juta ton, sementara kapasitas operasionalnya sekitar 160 juta ton. Ini menunjukkan bahwa Iran memiliki potensi besar untuk memainkan perannya di bidang transit barang melalui jalur maritim di kawasan, dan investasi di sektor ini akan mendatangkan keuntungan yang sangat baik.

India – dengan memanfaatkan posisi geografis Iran – telah menyusun rencana serius untuk pengembangan pelabuhan Chabahar. Jika proyek ini rampung, maka jalur perdagangan India dengan negara-negara Asia Tengah dan Afghanistan akan melewati wilayah Iran. Terlebih, Cina juga tertarik untuk berinvestasi di Chabahar.

Jumlah pelabuhan di Iran terus bertambah karena posisi strategisnya di jalur perdagangan dunia dan akses mudahnya ke negara-negara lain. Misalnya, pelabuhan Shahid Rajaee memiliki kapasitas untuk membongkar-muat sekitar 100 juta ton barang per tahun.

Perusahaan Pelayaran Republik Islam Iran (IRISL) tercatat sebagai salah satu pemain utama di Eropa, Mediterania, dan Asia Timur. IRISL memiliki 165 kapal perdagangan dengan kapasitas angkut 5,8 juta ton barang. Perusahaan ini memiliki 180 perwakilan di berbagai negara dan 19 anak perusahaan di dalam Iran. IRISL aktif melakukan pengiriman kargo ke berbagai belahan dunia.

Iran menyimpan keunggulan lain di sektor angkutan laut, di mana memiliki perbatasan laut sepanjang 2.900 km dan garis pantai 5.800 km. Iran juga berbagi perbatasan maritim dengan 12 negara tetangganya. Dengan demikian, negara ini memiliki kapasitas untuk memperluas sektor ekonomi maritim di kawasan dengan menarik investasi asing.

Selain transportasi laut, langit Iran di sektor transportasi udara memainkan peran penting di wilayah Asia Barat dan dunia. Jumlah total bandara di Iran pada tahun 1979 – saat kemenangan Revolusi Islam – adalah 43 unit, dan jumlah ini meningkat menjadi 72 bandara selama empat dekade terakhir. Jumlah penerbangan yang melintasi langit Iran pada 1979 hanya 31.100 penerbangan, dan jumlah ini naik menjadi 426.684 penerbangan pada tahun 2017.

Jumlah rute penerbangan di Iran pada tahun 1979 hanya 10 buah dan jumlah ini meningkat menjadi 127 rute pada 2018. Saat ini ada 9 bandara internasional di Iran, 29 bandara domestik, dan 30 bandara yang memiliki perbatasan udara.

Berdasarkan laporan lembaga-lembaga regional dan internasional, langit Iran adalah ruang udara yang paling aman untuk penerbangan sipil dan kargo di Asia Barat. (RM)

Tags

Komentar