Jan 09, 2020 15:10 Asia/Jakarta
  • Pelabuhan Anzali di utara Iran.
    Pelabuhan Anzali di utara Iran.

Posisi Iran di wilayah Asia Barat laksana sebuah jembatan penghubung, ada Laut Kaspia di bagian utara, serta ada Teluk Persia dan Laut Oman di selatan, dan ia menjadi jalur koneksi antara dunia Barat dan Timur.

Letak geografis Iran telah menghadirkan berbagai kawasan perdagangan bebas di daerah perbatasan, terutama di wilayah selatan dan utara. Kawasan perdagangan bebas ini memiliki kapasitas besar untuk keperluan transit barang via darat dan laut ke berbagai belahan dunia.

Saat ini ada tujuh Kawasan Industri-Perdagangan Bebas di Anzali, Aras, Maku, Qeshm, Kish, Chabahar, dan Arvand di Iran. Kawasan bebas Bushehr, Jask, Incheh Borun, Baneh-Marivan, Mehran, Qasr Shirin, dan Zabol sedang menyelesaikan tahap pembangunan untuk bisa memainkan peran yang optimal.

Selain kawasan bebas, terdapat juga sejumlah pelabuhan yang memainkan peran besar dalam transit barang. Pelabuhan ini adalah Pelabuhan Shahid Rajaee, Imam Khomeini ra, Amir Abad, Noshahr, Astara, Abadan, Khorramshahr.

Di sini, kita akan melihat sekilas tentang kapasitas Kawasan Bebas Anzali, Aras, dan Maku di Iran.

Kawasan Bebas Anzali

Kawasan Perdagangan Bebas Anzali Iran tercatat sebagai pelabuhan terbesar dan paling sibuk di pesisir selatan Laut Kaspia. Pelabuhan ini terhubung ke pelabuhan Astrakhan dan Logan di Rusia, Turkmen Bashi di Turkmenistan, Oktao di Kazakhstan, dan Baku di Republik Azerbaijan. Koneksi ini memungkinkan pelabuhan Anzali untuk menjangkau pasar di negara-negara bekas Uni Soviet.

Keunggulan lain pelabuhan Anzali adalah kondisi iklim sedang yang dimiliki oleh Provinsi Gilan dan infrastruktur jalan raya yang bagus untuk menjangkau provinsi-provinsi di sekitarnya.

Kawasan Bebas Anzali mencakup area darat seluas 3.200 hektar dan sekitar 2 kilometer wilayah perairan. Di sana juga terdapat hutan lindung dan laguna besar, yang menjadi salah satu destinasi wisata di Iran.

Area hutan Fatatu, Anzali Lagoon, Pantai Laut Kaspia yang indah, Pelabuhan Caspian, dan Taman Nasional Boujaq dengan luas area 3.260 km, telah mengundang banyak wisatawan ke Kawasan Bebas Anzali setiap tahunnya.

Selain itu, taman rekreasi reptil dan akuarium terbesar Iran dibuka di Kawasan Bebas Anzali pada Juni 2018. Akuarium ini menampilkan berbagai jenis ikan yang paling indah dan langka dari lima benua. Di Kawasan Bebas Anzali, pengunjung bisa menikmati taman hiburan, bowling, bioskop multidimensi, hotel, pusat perbelanjaan, dan layanan lainnya.

Aras Free Zone

Kawasan Perdagangan-Industri Bebas Aras adalah sebuah kawasan bebas yang terletak di barat laut Iran di titik perbatasan dengan negara tetangga Armenia, Azerbaijan, dan Republik Otonomi Nakhchivan.

Kawasan Bebas Aras memiliki area seluas 51.000 hektar dan mencakup dua kota Jolfa dan Kalibar. Aras Free Zone adalah pasar yang tepat untuk berinvestasi untuk kegiatan impor-ekspor, karena posisi geoekonomi yang sangat baik dan aksesnya ke pasar internasional.

Sebagai pusat kawasan perdagangan-industri, kota Jolfa memiliki sejarah 100 tahun di bidang perdagangan dan bea cukai. Perbatasan bersama antara Iran dan Republik Otonomi Nakhchivan di Jolfa tercatat sebagai perbatasan Iran tersibuk setelah bandara-bandara di Tehran.

Aras Free Zone yang didukung oleh kawasan ekologis dan hutan lindung, telah menjadikannya sebagai salah satu destinasi bagi wisatawan mancanegara dan turis medis. Daerah ini masih bisa dikembangkan untuk pariwisata di bidang sejarah, budaya, alam, dan olahraga.

Spot wisata di Aras Free Zone antara lain hutan Arasbaran, air terjun Asiab Kharabeh, perkebunan rumah kaca, Dataran Gardian dan Gol Faraj, dan taksi udara.

Kawasan Perdagangan-Industri Bebas Aras ditunjang oleh infrastruktur seperti jalur kereta api, jalan raya, jaringan listrik, air bersih, gas, telekomunikasi, internet, bank-bank, kantor perusahaan asuransi, terminal perbatasan, gudang penyimpanan, bandara, kantor pemerintah, hotel, restoran, universitas, dan pusat-pusat pendidikan.

Para investor asing diberikan banyak kemudahan di Aras Free Zone. Ini termasuk pembebasan pajak 20 tahun sejak tanggal beroperasi untuk semua jenis kegiatan ekonomi, bisa melakukan investasi penuh tanpa partisipasi pihak Iran, dan bebas visa keluar-masuk bagi investor asing.

Berkat kemudahan itu, saat ini 22 perusahaan asing beroperasi di Aras dan lebih dari 100 warga asing dari Turki, Korea Selatan, India, Armenia, Cina, dan Kazakhstan melakukan kegiatan bisnis dan perdagangan di Aras Free Zone.

Mengenai pergerakan kendaraan asing di Aras, Direktur Eksekutif Organisasi Aras Free Zone, Mohsen Khadem Arab-Baghi mengatakan, "Plat khusus diberikan untuk mobil asing yang ingin digunakan di Aras Free Zone. Plat nomor ini khusus diberikan untuk mobil asing yang memasuki Zona Bebas Aras tanpa bea cukai dan dapat menempuh jarak hingga radius 135 kilometer. Pembatasan untuk mobil asing ini akan dicabut di seluruh Provinsi Azarbaijan Timur, Iran di masa mendatang."

Maku Free Zone

Maku Free Zone diresmikan pada 26 Desember 2010 dengan luas area lebih dari 500.000 hektar, dan ia terdaftar sebagai salah satu Kawasan Perdagangan-Industri Bebas di Republik Islam Iran.

Kota Maku terletak di Provinsi Azerbaijan Barat di barat laut Iran. Ia berbatasan dengan Sungai Gharasou dan Turki di utara, Sungai Aras dan Republik Otonomi Nakhchivan di timur, Turki di bagian barat, dan kota Khoy Iran di bagian selatan.

Maku Free Zone tidak hanya berbatasan dengan Republik Azerbaijan dan Turki, tetapi juga dekat dengan Armenia dan Georgia. Jarak dekat kawasan bebas ini dengan pelabuhan Mersin di pantai timur laut Laut Mediterania di Turki dan pelabuhan Trabzon di Laut Hitam, telah memungkinkan akses ke pasar Eropa melalui jalur darat dan laut. Karena koneksi khusus ini, Maku Free Zone dianggap sebagai titik penghubung Asia dan Eropa.

Kota Maku adalah salah satu kota indah di Iran yang dibelah oleh Sungai Zangmar. Kota ini dikelilingi oleh pegunungan di selatan dan utara, serta dataran di timur dan barat. Daerah ini adalah tempat bagi monolit terkenal yang disebut Jodaghiyeh. Maku telah menjadi rumah bagi peradaban kuno dengan sejarah yang kaya dan menawarkan berbagai kekayaan budaya dan alam, yang bisa menjadi daya tarik wisatawan.

Daerah Maku memiliki iklim sedang yang kaya dengan fauna, sungai yang indah, gua, air terjun, benteng dan kastil kuno, dan monumen bersejarah lainnya, kerajinan tangan, area perkebunan, dan keramahan penduduk setempat. Dengan demikian ia dapat dikembangkan untuk pusat pariwisata.

Maku Free Zone terus dikembangkan dengan kehadiran bandara internasional dan pembangunan jalur kereta api, yang bisa menghubungkan seluruh Iran serta Turki dan Azerbaijan. Kawasan bebas ini memiliki prospek yang sangat cerah dan penanaman modal di sini akan menghasilkan banyak keuntungan bagi investor.

Farajollah Rahnavard dari Institute for Management and Planning Studies (IMPS) menuturkan, "Kawasan bebas di Iran didirikan dan dikembangkan sesuai dengan Pasal 19 Undang-Undang Pembangunan Ekonomi-Sosial Republik Islam Iran untuk tujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, penciptaan lapangan kerja, investasi, produksi dan ekspor barang. Mengingat kapasitas besar dan posisi strategis kawasan bebas di Iran, pemerintah secara bertahap menawarkan banyak insentif untuk berinvestasi di kawasan tersebut."

Kawasan bebas di Iran menawarkan banyak kemudahan bagi investor asing. Mereka dapat menikmati bebas pajak, mendatangkan bahan baku untuk industri tanpa bea masuk, bebas membawa keluar keuntungan dan modal dari kegiatan bisnisnya, aturan yang mudah, dan memperoleh bebas visa keluar-masuk Iran.

Individu dan entitas baik Iran ataupun asing dan perusahaan-perusahaan internasional, dapat melakukan investasi di kawasan bebas negara ini secara mandiri atau patungan dengan mitranya dari Iran. (RM)

Tags

Komentar