Feb 08, 2020 13:39 Asia/Jakarta
  • kemajuan Iptek Iran
    kemajuan Iptek Iran

Sebuah tim yang diketuai peneliti Iran, dengan kerja sama para peneliti Universitas Washington dan Ohio, Amerika, menemukan metode murah dan sederhana untuk memproduksi lensa industri yang dapat menekan biaya tinggi proses mencetak alat ini, dan membuka kesempatan produksi massal lensa dalam berbagai bentuk dan ukuran.

Para peneliti merekayasa bentuk lensa dengan menggunakan magnet, dan menciptakan lensa dalam berbagai bentuk dan ukuran. Lensa industri digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari kamera sampai mobil otonom, dan di hampir seluruh jenis robot. 
 
Akan tetapi metode-metode yang biasa digunakan dalam metode pencetakan tradisional membutuhkan cetakan logam yang berharga mahal. Oleh karena itu, produsen biasanya memproduksi satu jenis lensa dalam jumlah banyak.
 
Menurut salah seorang peneliti, cetakan lensa industri sangat sulit dibuat, dan proses membuat cetakan jika dibandingkan dengan volume produksi, tidak hemat. Para peneliti pertama berusaha menciptakan lensa dengan menggunakan printer tiga dimensi, namun mereka menyadari bahwa kontrol bentuk lensa dengan metode ini bukan pekerjaan yang mudah. 
 
Pada tahap berikutnya, para peneliti menggunakan magnet, dan memanfaatkan tegangan permukaan cairan untuk menciptakan bentuk-bentuk khusus lensa. Mereka meletakkan partikel mikro logam magnet di dalam tetesan cairan. 
 
Setelah itu, para peneliti menciptakan sebuah alat yang melapisi sekeliling tetesan cairan dengan magnet. Mereka memasukkan bahan plastik yang digunakan untuk memproduksi lensa ke dalam tetesan cairan, dan pada saat bersamaan mereka membuat sebuah medan magnet. Dengan begitu tetesan cairan menciptakan bentuk kerucut untuk lensa, dan bentuk tertentu untuk bahan plastik.
 
Setelah melalui proses pengolahan plastik, senyawa ini mengeras dan memiliki fitur visual, dan kualitas pencitraan lensa komersil. Hal yang menarik adalah tetesan cairan yang terpisah dari lensa, tetap tinggal, dan dapat digunakan kembali. Hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal ilmiah Applied Physics Letters.
 
----
 
Para peneliti Universitas Ilmu Kedokteran Isfahan, Iran untuk pertama kalinya di negara ini berhasil mendesain sebuah indikator komprehensif dalam evaluasi makalah ilmiah di situs Web of Science-Scopus. 
 
Di antara ciri khas indikator ini adalah memperhatikan semua dimensi kualitas makalah, membuka kesempatan komparasi di antara semua bidang studi, visi yang lebih berorientasi kualitas atas evaluasi makalah ilmiah, dan menghapus kelemahan indikator-indikator yang sudah ada seperti H-Index, dan Impact Factor. 
 
Hasil dari riset yang dilakukan Dr. Hassan Ashrafi Rizi, Roghayeh Ghazavi, dan Behjat Taheri ini, dimuat dalam Journal of Scientometric Research pada tahun 2019.
 
----
 
Universitas Ilmu Kedokteran Isfahan, Iran

Para peneliti di Pusat Riset Royan, dan Universitas Ilmu Kedokteran Babel, Iran dalam sejumlah penelitian yang dilakukannya sampai pada kesimpulan bahwa sel punca mesenkimal memiliki kemampuan proliferasi yang cepat dalam menyembuhkan cedera tulang rawan secara klinis. 

 
Sudah banyak dilakukan uji klinis untuk menyembuhkan cedera tulang rawan dengan menggunakan sel punca. Mengingat jumlah sumber sel punca mesenkimal yang banyak, sangat penting untuk menjawab pertanyaan jenis sel punca mana yang paling tepat digunakan untuk menyembuhkan cedera tulang rawan. 
 
Untuk menjawab pertanyaan ini, para peneliti merancang sebuah penelitian yang di dalamnya diambil sel punca mesenkimal dari sumsum tulang, jaringan adiposa (sel lemak), dan telinga kelinci, lalu ditanam serta dikembangbiakkan di laboratorium.
 
Kecepatan proliferasi dan kemampuan diferensiasi sel ini menjadi sel tulang rawan (kondrosit), dan menciptakan konsentrasi tulang rawan dengan metode laboratorium, diteliti dan dibandingkan dalam penelitian ini. 
 
Setelah itu, dengan maksud untuk membandingkan kemampuan penyembuhan, dibuat cedera tulang rawan pada binatang sampel (kelinci), kemudian sel punca mesenkimal ditransplantasikan pada kolagen sebagai perancah tulang di lokasi cedera. 
 
Hasil penelitian menunjukkan, meskipun sel-sel mesenkimal yang diambil dari jaringan adiposa, memiliki kecepatan proliferasi paling tinggi, namun jika dibandingkan dengan diferensiasi terhadap kondrosit, ia lebih rendah. 
 
Sel punca mesenkimal yang diambil dari telinga kelinci, memberikan hasil terbaik dalam kecepatan proliferasi, dan diferensiasi terhadap kondrosit. Selain itu, hasil transplantasi pada binatang sampel menunjukkan sel-sel punca mesenkimal yang diambil dari sumsum tulang, dan telinga yang diletakkan pada kolagen, 4 minggu setelah transplantasi, mampu menyembuhkan cedera tulang rawan secara signifikan. 
 
Hasil penelitian juga menunjukkan, sekalipun dampak penyembuhan sel punca mesenkimal yang diambil dari telinga kelinci, mirip sumsum tulang, tapi dengan memperhatikan kemudahan pengambilannya, dan kecepatan tinggi proliferasi yang dimilikinya, ia menjadi opsi yang lebih tepat untuk menyembuhkan cedera tulang rawan secara klinis.Hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal ilmiah Cell Journal.
 
----
 
Sekelompok peneliti yang dipimpin Gabriel Blaj, seorang ilmuwan di SLAC National Accelerator Laboratory, dan Universitas Stanford berhasil menciptakan suara paling keras yang mungkin diciptakan di dalam air. Mereka, dengan menggunakan laser The Linac Coherent Light Source (LCLS) milik SLAC, membuat jet air kecil sehingga menciptakan sebuah tekanan suara yang lebih tinggi dari 270 Db (desibel). 
 
Dalam tingkat volume desibel terendah bagi pendengaran manusia, terdapat sejumlah keterbatasan dan manusia tidak akan bisa mendengar suara-suara kepak sayap nyamuk dari jarak jauh. 
 
Akan tetapi suara obrolan orang dengan volume sekitar 55 Db, dan suara denting jam dengan 80 Db, dapat didengar. Suara gergaji menghasilkan volume 100 Db. Di sisi lain, kebisingan tinggi yang dihasilkan jet, 130 Db.
 
Terkait keterbatasan audio, poin pentingnya adalah, di udara suara tidak akan lebih tinggi dari 194 Db. Akan tetapi di dalam air, bisa sampai 270 Db. Suara pada kenyataannya adalah sebuah gelombang tekanan. Pada nol desibel, tidak ada gelombang tekanan apapun, namun ketika suara terpecah pada tengah jalan, volume tidak akan lebih keras. 
 
Para peneliti menyandarkan proyek mereka pada aktivitas  ini. Mereka, dengan menggunakan sebuah sinar laser, memecah jet air kecil dengan diameter 14-30 mikrometer. Ketika tekanan pendek Sinar X menyentuh air, maka air akan menguap dan akhirnya menciptakan gelombang. 
 
Setelah tahap ini, gelombang terus diproduksi dan menciptakan suara keras dari dalam air. Menurut para ilmuwan, urgensi proyek penelitian ini lebih besar dari ilmunya sendiri. Hasil penelitian tersebut dimuat dalam jurnal ilmiah Physical Review Fluids.[]     

Tags

Komentar