Feb 16, 2020 16:22 Asia/Jakarta
  • perkembangan iptek di Iran
    perkembangan iptek di Iran

Seorang peneliti keturunan Iran bekerjasama dengan sejumlah peneliti lain, berhasil menciptakan gelas sekali pakai ramah lingkungan dengan menggunakan nanoselulosa.

Amir Ameli dan rekan-rekannya di Universitas Washington Amerika Serikat, berhasil menyusun komposisi alternatif untuk busa (foam) Polistirena. Para peneliti menggunakan bahan ramah lingkungan yang berasal dari tumbuhan dalam proyek ini. 
 
Nanokristal selulosa adalah bahan dasar dari busa ini, sementara selulosa adalah senyawa ramah lingkungan yang banyak terdapat dalam tumbuhan. Dalam metode penelitian ini, sebuah proses biokompatibel digunakan untuk memproduksi foam yang memanfaatkan air sebagai pengganti cairan dan bahan kimia.
 
Sebelumnya banyak upaya dilakukan untuk menciptakan alternatif pengganti busa Polistirena yang ramah lingkungan dengan menggunakan selulosa, namun produk yang dihasilkannya berkualitas rendah.
 
Dalam proyek ini, para peneliti menggunakan bahan yang 75 persen mengandung nanokristal terbuat dari bubur kayu yang jika dicampur dengan Polyvinyl alcohol, ia akan berubah menjadi busa yang diinginkan.
 
Busa yang diciptakan tim peneliti ini memiliki struktur sel yang seragam, dan kemampuan insulasi. Ini untuk pertama kalinya para ilmuwan memproduksi busa dari tumbuhan yang kinerjanya lebih baik dari busa Polistirena. 
 
Busa tumbuhan ini sangat ringan, dan bisa menahan beban 200 kali lebih besar dari bobotnya, tanpa mengubah bentuk asli. Busa tumbuhan ini dapat terurai dengan mudah di alam, dan jika dibakar tidak akan menghasilkan abu yang mencemari lingkungan.   
 
Para peneliti meyakini, produk yang mereka hasilkan merupakan salah satu potensi penggunaan nanokristal selulosa yang dapat memiliki banyak kegunaan industri. Busa dari tumbuhan dibuat dengan memanfaatkan nanokristal selulosa yang dengan bantuannya bisa menghasilkan wadah makanan sekali pakai ramah lingkungan dengan daya tahan lebih lama. 
 
Wadah makanan ini bisa menahan beban 200 kali lebih berat dari bobotnya sendiri, dan dengan mudah terurai di alam. Kegunaan wadah makanan sekali pakai ini lebih banyak dari wadah makanan polimer umum yang dijual di pasar, dan jika dibakar ia tidak akan menghasilkan gas atau abu yang beracun. 
 
Busa Polistirena adalah senyawa yang diekstraksi dari senyawa minyak yang digunakan pada banyak wadah makanan sekali pakai seperti gelas. Bahan ini terdiri dari banyak komposisi beracun, dan setelah digunakan harus diurai secara sintetis, karena ia sulit terurai. Ketika busa Polistirena terbakar, ia akan menghasilkan gas beracun. Hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal ilmiah internasional Carbohydrate Polymers.
 
----
 
peneliti plastik di Universitas Washington

 

Seorang peneliti Iran berhasil menciptakan sebuah alat yang dapat membuka setiap pintu terkunci dari jarak tak terhingga. Menurut pemimpin proyek penelitian ini, seluruh pembuka pintu otomatis yang umum dijual di pasar, baik audio maupun visual, tersambung ke dalam rumah melalui kabel. 
 
Tapi produk baru ini dengan memasangnya pada sistem kabel, dapat menghubungkan pemilik rumah dan tamu sekalipun saat ia tidak berada di rumah. Siapapun yang mengunci rumah, toko atau apartemennya, kapanpun dan dimanapun ia berada, bisa berhubungan dengan tamu yang datang. Selanjutnya keputusan ada di tangan pemilik rumah, apakah akan membuka pintu atau tidak.
 
Menurut para peneliti, pemilik rumah dan tamu juga bisa terhubung melalui pesan. Cara kerja alat ini, setelah tersambung ke pembuka pintu dan telepon rumah si pemilik, ia akan menghubungkan tamu dengan pemilik rumah. 
 
Jika sistem penelpon pembuka pintu tidak aktif, maka alat ini akan mengontak pemilik rumah secara otomatis, dan memberi kesempatan pada tamu untuk menghubunginya. Durasi waktu kontak pemilik rumah dengan tamu dapat diatur sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pemilik rumah. 
 
Saat ini, produk tersebut diproduksi semi industri, dan sudah mendapatkan hak paten internasional berkat dukungan Dana Bantuan Peneliti dan Teknologi, Departemen Sains dan Teknologi, Kantor Kepresidenan Iran.
 
----
 
Emas termasuk logam mulia yang memiliki kegunaan dalam industri elektronik, dan para ilmuwan Australia berhasil mengidentifikasi sebuah spesies jamur yang dapat menjadi sumber eksplorasi dan ekstraksi emas baru. 
 
Dalam spesies jamur bernama Fusarium oxysporum ini, partikel kecil emas berhasil diidentifikasi yang menampilkan pemandangan indah pada jamur tersebut. Keberadaan emas dalam spesies jamur ini dapat menurunkan permasalahan yang diakibatkan perusakan lingkungan hidup saat proses ekstraksi emas dilakukan, dan menjadi sumber baru untuk mendapatkan logam mulia ini. 
 
Jamur ini sebagaimana banyak spesies jamur lain tumbuh di tanah, dan bisa melakukan proses oksidasi partikel kecil emas, dan partikel ini merembes ke sejumlah lapisan jamur, dan menetap. Proses ini juga membantu pemindahan emas di berbagai lokasi tanah.
 
Sebelumnya sudah diketahui bahwa jamur sebagaimana daun dan kulit tumbuhan, memainkan peran penting dalam proses penghancuran, daur ulang zat organik dan logam semacam alumunium, besi, mangan, dan kalsium, namun untuk pertama kalinya diketahui bahwa mekanisme serupa juga terdapat dalam jamur. 
 
Mekanisme penyerapan dan penyimpanan emas dalam jamur ini masih belum jelas sepenuhnya, namun spesies jamur ini jika dibandingkan dengan spesies jamur lain tumbuh lebih cepat, lebih cepat besar, dan keberadaan emas di dalamnya menyebabkan tanah di sekitarnya ditumbuhi lebih banyak ragam tumbuhan.[]  

Tags

Komentar