Feb 19, 2020 17:59 Asia/Jakarta

Mungkin sebagian orang bertanya, kemana sampah-sampah elektronik dibuang. Ternyata Agbogbloshie di Ghana adalah tempatnya.

Agbogbloshie adalah contoh dari sisi buruk globalisasi. Asap hitam beracun pembakaran sampak elektronik membuat langit di atas Agbogbloshie terlihat kelam.

Agbogbloshie menjadi tujuan terakhir sampah elektronik yang dikirim dari seluruh dunia. Puluhan ribu orang, termasuk anak-anak, tinggal di pinggiran kota Accra ini yang merupakan salah satu tempat pembuangan sampah elektronik terbesar di dunia.

Berton-ton alat elektronik kuno dibakar di alam terbuka, menyebabkan kulit siapapun yang melintas terasa terbakar dan gatal, bahkan ada rasa seperti logam dalam mulut, dan kepala berdenyut-denyut.

Kabel dan papan sirkuit dibakar demi mendapatkan tembaga, aluminium, dan timbal yang merupakan bahan mentah yang berharga bagi industri.

Masyarakat di sekitar Agbogbloshie mengumpulkan gulungan tembaga dan pelat logam dari radio-radio tua, dan ini adalah salah satu cara untuk bertahan hidup.

Sekelompok anak-anak sibuk memereteli televisi-televisi tua dan menjual hasil memulung itu kepada pedagang logam.  

Menurut laporan, anak-anak yang tinggal dan bekerja di sekitar pembungan sampah terjangkit beragam penyakit, mulai dari ginjal, kerusakan hati, hingga masalah organ tubuh lainnya.

Berdasarkan aktivis lingkungan Ghana, Mike Anane, penyakit anak-anak akibat terpapar sampah elektronik dari negara-negara maju.

Anane bertahun-tahun mengumpulkan bukti bagaimana negara-negara Barat seperti Jerman, Denmark, dan Cina membuang sampah elektronik ke Afrika. Dia mengatakan, sampah elektronik merusak lingkungan dan membuat orang sakit.

Berdasarkan Konvensi Basel, yang ditandatangani 170 negara, ekspor sampah teknologi dari Eropa dilarang.  Namun ratusan kontainer berisi alat elektronik tua mendarat di Agbogbloshie setiap bulannya. Namun Ghana tidak mungkin untuk mendaur ulang secara benar semua sampah elektronik beracun tersebut.

Anane  menuntut negara-negara Eropa untuk berhenti membuang sampah elektronik di Afrika dan segera mengatasi masalah yang mereka perbuat. (RA)

Tags

Komentar