Feb 21, 2020 12:54 Asia/Jakarta
  • 21 Februari 2020
    21 Februari 2020

Hari ini, Jumat , 21 Februari 2020 bertepatan dengan 26 Jummadil Tsani 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 2 Isfand 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Miqdad bin Abdullah Al-Hilli Wafat

615 tahun yang lalu, tanggal 26 Jumadil Tsani 826 Hijriah, Abu Abdillah Syaraf ad-Din Miqdad bin Abdullah bin Muhammad al-Hilli meninggal dunia.

Sejarah

Miqdad bin Abdullah al-Hilli lebih dikenal dengan sebutan Fadhil Miqdad adalah seorang faqih, teolog dan peneliti. Beliau termasuk satu dari ulama besar Syiah.

Setelah Fadhil Miqdad menyelesaikan pendidikan dasar agamanya, beliau hadir dalam kuliah fiqih, ushul fiqih dan hadis yang disampaikan oleh gurunya Muhammad bin Makki atau Syahid Awwal. Beliau begitu serius belajar, sehingga menjadi ulama besar Syiah di masanya.

Fadhil Miqdad meninggal banyak karya ilmiah seperti Adab al-Hajj, Ayaat al-Ahkam dan Kanz al-Irfan.

Beliau wafat di kota Najaf dan kuburannya berada di dekat Baghdad di jalur tempat lewatnya para peziarah ke Najaf al-Asyraf.

Majd Al-Ula Boustan, Peneliti dan Wartawan Iran Wafat

135 tahun yang lalu, tanggal 2 Isfand 1263 HS, Majd al-Ula Boustan meninggal dunia dalam usia 85 tahun.

Sejarah

Boustan lahir pada 1278 Hs di kota Mashad dan memulai pendidikannya di bidang bahasa dan sastra Persia, Arab dan Perancis. Ia pergi ke Tehran pada 1303 Hs dan belajar ilmu-ilmu keislaman pada Ayatullah Mirza Mahdi Ashtiani dan Sheikh Dhiya ad-Din Darri Isfahani.

Majd al-Ula Boustan banyak menulis artikel di bidang sosial dan sastra di sejumlah surat kabar ternama. Sejak tahun 1307 Hs, ia aktif di lembaga sastra Iran dan Asosiasi Sastra Hakim Nezami. Di masa Shah Pahlevi, ia sempat dikejar bahkan dijebloskan ke dalam penjara karena bekerjasama dengan mereka yang diasingkan rezim Pahlevi.

Selama hidupnya Majd al-Ula Boustan banyak memiliki karya tulis seperti Dastour Shargh, Resaleh Khorafat dan Pandnameh.

Malcolm X Gugur Syahid

55 tahun yang lalu, tanggal 21 Februari 1965, Malcolm X, pejuang muslim kulit hitam AS gugur syahid.

Malcolm X yang nama aslinya adalah Malcolm Little, lahir di Omaha, Nebraska, pada tahun 1925. Ayah  Malcolm adalah seorang pendeta Baptis yang dibunuh oleh kelompok anti kulit hitam. Pada usia 21 tahun, Malcolm berkenalan dengan Elijah Muhammad, pemimpin gerakan "Nation of Islam" yang memperjuangkan hak-hak kaum kulit hitam muslim di Amerika dan menginginkan didirikannya sebuah negara muslim terpisah.

Malcolm X

Malcolm kemudian masuk Islam dan menjadi aktivis di Nation of Islam. Kecerdasan dan kemampuan orasinya yang hebat membuat Malcolm dengan segera menjadi juru bicara Nation of Islam. Karismanya yang tinggi membuat anggota NOI dengan segera melonjak naik. Namun, perselisihan prinsip antara Malcolm X dan Elijah Muhammad, membuatnya keluar dari NOI pada tahun 1964 dan ia mendirikan organisasi Moslem Mosque.

Pada tahun yang sama, ia menunaikan haji ke Mekah dan di sana, ia menjumpai bahwa kaum muslimin berasal dari berbagai bangsa dan ras. Pengalaman ini membuat Malcolm berubah pandangan. Sekembalinya ke AS, ia tidak lagi sekedar menyampaikan pesan Islam untuk kaum kulit hitam melainkan untuk semua ras. Namun perjuangan Malcolm terpaksa berhenti di usianya ke 39 tahun karena ditembak tiga orang bersenjata ketika sedang menyampaikan pidato di sebuah gedung di New York.

Tags

Komentar