May 11, 2020 14:30 Asia/Jakarta
  • perkembangan iptek di Iran
    perkembangan iptek di Iran

DNA genomika sapi purba baru-baru ini berhasil diekstraksi oleh sebuah tim ahli genetika internasional pimpinan Trinity College, Dublin Irlandia, yang di dalamnya turut bergabung sejumlah ilmuwan Iran. Dalam penelitian ini, 67 genom purba yang diambil dari sampel sapi liar dan sapi peliharaan berusia sekitar 8000 tahun berhasil diurutkan.

Analisa DNA purba menunjukkan bahwa rekam jejak prasejarah binatang peliharaan terbesar yaitu sapi, terkait erat dengan kelehiran sistem ekonomi rumit, terbentuknya kota dan kemunculan serta kejatuhan imperium pertama umat manusia di dunia. Sapi, sekitar 10.000 tahun lalu sudah menjadi hewan peliharaan, namun analisa ras modern tidak berhasil mengungkap asal mereka. 
 
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Zaman Perunggu sekitar 4200 tahun silam, dikarenakan perubahan cuaca, dan kekeringan terus menerus selama beberapa abad, menyebabkan percampuran kedua jenis sapi ini terjadi begitu cepat dan luas. Zaman Perunggu terjadi seiring dengan tumbangnya imperium pertama dunia di daerah Mesopotamia, dan Mesir.
 
Penggunaan sapi jantan zebu yang tahan dengan cuaca kering atau arid-adapted zebu bulls untuk akltivitas perbaikan pada kawanan Bos Taurus atau sapi ternak pertama, dijadikan cara untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan perubahan cuaca di masa itu oleh para pemilik ternak. Inilah titik awal penyebaran besar zebu yang berlangsung sampai hari ini. Generasi sapi Indus dewasa ini diternakan di seluruh wilayah tropis.
 
Hasil penelitian ini dimuat di situs sains www.science.sciencemag.org dengan judul "Ancient cattle genomics origins and rapid turnover in the fertile crescent" pada tahun 2019.
 
----
 
Sekelompok peneliti yang dipimpin seorang ilmuwan keturunan Iran di Universitas McMaster Kanada berhasil menemukan Hydrogel Self-healing atau hidrogel yang bisa menyembuhkan diri sendiri dengan menggunakan Bakteriofag di laboratorium, dan pada tahap berikutnya bakteriofag itu disimpan di tempat tertutup. Hal ini menyebabkan Bakteriofag-bakteriofag berubah menjadi kristal, dan pada tahap berikutnya ditambahkan bahan kimia penghubung padanya.
 
Hasilnya adalah sebuah senyawa mirip gelatin hydrogel yang bisa menyembuhkan diri sendiri setelah dipotong. Sekitar satu millimeter permukaan senyawa ini mengandung 300.000 miliar Bakteriofag. Dengan rekayasa DNA terhadap Bakteriofag ini, virus-virus dapat diupayakan untuk menyerang berbagai jenis bakteri. Selain itu, gelatin hydrogel tahan terhadap bakteri-bakteri anti-biotik.
 
Hydrogel semacam ini banyak digunakan di bidang medis, dan itu dapat digunakan untuk perban luka, lapisan implan antibakterial, dan selainnya. Bakteriofag-bakteriofag ini dapat direkayasa sedemikian rupa sehingga bisa membunuh sel-sel kanker. Gelatin hydrogel ini juga bisa digunakan untuk membersihkan lingkungan. Menurut para peneliti, di manapun terdapat bakteri, Bakteriofag juga ada. Poin luar biasa dalam penelitian ini adalah terciptanya kekentalan signifikan Bakteriofag. Hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal internasional Chemistry of Materials.   
 
----
 
Universitas McMaster Kanada

 

 Para peneliti di pusat riset senyawa dan energi Iran, untuk pertama kalinya berhasil menciptakan glasir kaca keramik anti-aus di atas logam, dengan metode cetak ulang glasir nano-alumina. Menurut para peneliti, glasir ini berguna dalam industri petrokimia, pipa pembuangan limbah, pom bensin, templat kaca, industri turbin dan lainnya. Metode pembuatan ini untuk pertama kalinya digunakan, dan sangat murah. Sebelumnya proyek semacam ini dibuat dengan metode plasma spray, dan menggunakan alumina dengan berbagai dimensi mikron. 
 
Para peneliti mengatakan, glasir kaca keramik di bidang pelapis canggih yang memiliki karakteristik fisik yang bisa diterima industri, baru-baru ini mulai mencuat. Pelapis-pelapis ini dari sisi fisik berada di antara lapisan-lapisan keramik kuat dan mahal seperti Karbida, dan glasir-glasir kaca tradisional. Enamel kaca keramik meski batas suhu maksimumnya rendah, namun ketahanannya terhadap asid, dan proses oksidasi, bersaing dengan pelapis-pelapis dari logam paduan.
 
Menurut para peneliti, dalam penelitian ini dengan mengkompilasi karakteristik anti-aus alumina, dan karakteristik keramik sebagai pelapis kaca yang kuat terhadap logam, diciptakan karakteristik unik, selain itu karakteristik abrasif logam juga berhasil ditingkatkan 10 kali lipat. Pada kaca keramik ini dari satu sisi, diciptakan sebuah pelapis yang sangat padat, tanpa pori di atas logam, di sisi lain dengan menyebarkan partikel nano alumina di atas kaca, karakteristik anti-gores enamel-enamel juga meningkat. Hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal ilmiah Ceramic International, ISI pada tahun 2018.
 
----
 
Para peneliti Universitas Wisconsin-Madison, Amerika menciptakan matahari buatan yang disebut mini-sun dengan dimensi 3 meter, di laboratorium untuk mengkaji planet tersebut lebih seksama. Matahari yang berdimensi 1,4 juta kilometer merupakan bola plasma raksasa yang ada di pusat tata surya kita. Selama bertahun-tahun para ilmuwan meneliti matahari, dan akhirnya beberapa waktu lalu mengirim kapal ekslorasi ke luar angkasa untuk meneliti planet tersebut. Salah satu karakteristik matahari yang paling menarik adalah bagaimana medan magnetnya mempengaruhi seluruh tata surya.
 
Matahari buatan para peneliti Universitas Wisconsin-Madison ini dinamai Bola Besar Merah (Big Red Ball) yang lebih kecil jutaan kali lipat dari aslinya, dan dimensinya hanya tiga meter. Menariknya matahari buatan ini lebih mirip otak manusia yang diuji menggunakan kabel dan logam. Para peneliti memompa gas helium yang juga terdapat dalam matahari asli, dan kemudian mengubahnya menjadi plasma. Sebuah magnet dipasang di pusat matahari buatan, sehingga menciptakan medan magnetis. Saat para peneliti mengaliri bola itu dengan listrik, ia meniru secara akurat kinerja medan magnet dan plasma matahari asli.
 
Para peneliti mengatakan, misi satelit telah merekam dengan baik dari mana asal angin kencang datang, kami berusaha mempelajari secara khusus bagaimana angin lambat matahari terbentuk, dan bagaimana ia berkembang saat bergerak ke bumi. Dengan bantuan bola ini, para peneliti berhasil merekonstruksi Parker Spiral yang merupakan medan magnet yang mencakup seluruh tata surya. Selain itu, para peneliti mengindentifikasi keluarnya plasma dari matahari dalam jumlah besar dan secara tiba-tiba, dan terkadang menciptakan angin matahari. 
 
Para peneliti menempatkan sejumlah alat di dalam bola untuk melacak aktivitasnya, dan mereka menemukan kecepatan rotasi plasma. Mereka berpendapat, satelit teleh mendeteksi keluarnya plasma, namun tidak mengetahui apa alasannya. Para peneliti dalam uji coba yang dilakukannya juga mendeteksi kasus serupa, dan mengkaji metode terbentuknya plasma tersebut.[]

Tags

Komentar