May 23, 2020 09:14 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 23 Mei 2020

Hari ini, Sabtu tanggal 23 Mei 2020 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 29 Ramadhan 1441 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Khordad 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

 

Ibnu Furat Meninggal Dunia

634 tahun yang lalu, tanggal 29 Ramadan 807 HQ, Ibnu Furat, seorang sejarawan dan ahli fiqih asal Mesir, meninggal dunia di kota Kairo.

Ibnu Furat dilahirkan di kota yang sama pada tahun 735 Hijriah dan sejak masa remaja telah mulai  menelaah berbagai bidang ilmu. Keistimewaan Ibnu Furat adalah kecintaannya pada bidang sejarah.

Di antara karya-karya Ibnu Furat yang terpenting adalah kitab berjudul "Tarikhud-Duwal Wal Muluk", yang juga dikenal dengan nama "Sejarah Ibnu Furat". Di dalam kitab ini ia menuliskan berbagai kejadian di abad ke-6 dan 7 Hijriah  secara berurutan dari tahun ke tahun dan di tiap akhir tahun, ia menuliskan nama-nama pembesar yang meninggal di tahun itu. Karya ibnu Furat lainnya berjudul "Asma'us Shahabah" dan "Tarikh Al-Ibad wal Bilad".

 

Syeikh Yusuf Tajul Khalwati Wafat

321 tahun yang lalu, tanggal 23 Mei 1699 pada umur 72 tahun di Cape Town, Afrika Selatan Syeikh Yusuf Tajul Khalwati wafat.

Ia adalah salah seorang pahlawan nasional Indonesia. Pendidikan agama diperolehnya sejak berusia 15 tahun di Cikoang dari Daeng Ri Tassamang, guru kerajaan Gowa. Syeikh Yusuf juga berguru pada Sayid Ba-lawi bin Abdul al-Allamah Attahir dan Jalaludin al-Aydit.

Kembali dari Cikoang Syeikh Yusuf menikah dengan putri Sultan Gowa, lalu pada usia 18 tahun, Syeikh Yusuf pergi ke Banten dan Aceh. Di Banten ia bersahabat dengan Pangeran Surya (Sultan Ageng Tirtayasa), yang kelak menjadikannya mufti Kesultanan Banten. Di Aceh, Syeikh Yusuf berguru pada Syeikh Nuruddin ar-Raniri dan mendalami tarekat Qodiriyah.

Syeikh Yusuf juga sempat mencari ilmu ke Yaman, berguru pada Syeikh Abdullah Muhammad bin Abd Al-Baqi, dan ke Damaskus untuk berguru pada Syeikh Abu al-Barakat Ayyub bin Ahmad bin Ayyub al-Khalwati al-Quraisyi. Ia lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, 3 Juli 1626.

 

Hari Pembebasan Kota Khorramshahr

38 tahun yang lalu, tanggal 3 Khordad 1361 HS, para pejuang Iran berhasil membebaskan kota Khorramshahr dari tangan pasukan rezim Baath, Irak.

Empat tahap operasi gemilang Baitul Maqdis dimulai pada 1 Khordad 1361 HS dengan tujuan membebaskan Khorramshahr. Operasi ini dilakukan dengan sandi Ya Muhammad Rasulullah dan pada tahap awal berhasil menguasai pos perbatasan Koushk dan juga berhasil memukul satuan penjaga perbatasan Irak dan berhasil menangkap banyak tentara Irak, termasuk para perwira tinggi mereka.

Menyusul kemenangan besar ini, pertahanan musuh satu persatu akhirnya berhasil dihancurkan oleh para pejuang Iran dan mereka mulai meninggalkan tanah Khorramshar. Pada pukul 6.15 pagi hari Ahad 2 Khordad 1361 HS, pasukan Iran mengepung Khorramshar yang membuat musuh tidak punya pilihan lain, kecuali melarikan diri. Hingga pukul 9 pagi, lebih dari 5 ribu tentara Irak yang ditawan para pejuang Iran.

Keesokan harinya 3 Khordad 1361 HS, anasir Baath berusaha kembali menguasai daerah-daerah yang telah dibebaskan para pejuang Iran, tapi berkat kejelian para pejuang Iran, maksud itu tidak berhasil, bahkan banyak yang tewas dan lebih dari 3 ribu lainnya yang tertawan. Akhirnya setelah diduduki selama lebih dari 578 hari, kota Khorramshar berhasil dibebaskan dari tentara Irak.

Imam Khomeini ra ketika mendengar berita pembebasan kota Khorramshar langsung mengatakan, "Allah yang membebaskan kota Khorramshar."

 

Komentar