May 28, 2020 17:35 Asia/Jakarta

Presiden Venezuela Nicolas Maduro membela hak negaranya untuk melakukan perdagangan bebas dengan Republik Islam Iran meskipun ada upaya keras dari Amerika Serikat yang telah memberlakukan sanksi ilegal dan sepihak terhadap kedua negara.

Maduro mengatakan, Caracas dan Tehran tidak akan pernah menyerah di bawah tekanan Washington.

"Venezuela dan Iran sama-sama menginginkan perdamaian, dan kami memiliki hak untuk berdagang secara bebas," tegas Maduro dalam pidato televisi pemerintah, Minggu, 24 Mei 2020.

Maduro menambahkan, Kami adalah revolusioner yang tidak akan berlutut terhadap 'Kekaisaran' Amerika Utara.

Penegasan tersebut disampaikan Maduro setelah kapal-kapal tanker Iran yang membawa 1,53 juta barel bensin tiba di Venezuela.

Suplai bahan bakar dari Iran akan memberi kehidupan baru pada industri penyulingan Venezuela yang terkena sanksi AS.

Saat ini, Venezuela sedang menghadapi krisis energi terburuknya. Migas langka di negara ini karena kilang minyak mereka hanya beroperasi 10 persen dari kapasitas aslinya, 1,3 juta barrel per hari. Venezuela harus mencari bantuan dari negara lain.

Karena sanksi dagang Amerika, Venezuela kesulitan mencari bantuan. Opsi yang dimiliki untuk sumber dan jenis migas yang bisa diterima terbatas. Untungnya, Iran menyanggupi permintaan Venezuela dan langsung menjadwalkan pengiriman migas dengan lima kapal tanker.

AS mengancam akan bereaksi keras jika Iran tetap mengirimkan bantuan ke Venezuela.  AS juga memperingatkan Iran untuk jangan coba-coba membantu Venezuela menghadapi krisis energi. Sebab, kedua negara dalam status menjalani sanksi dagang dari Amerika. Jika Iran tetap membandel, Amerika mengancam akan meresponnya dengan keras.

Meski ada ancaman Amerika, Iran tetap mengirim lima tankernya. Kapal Fortune Iran akhirnya tiba di Pelabuhan El Palito, Caracas, pada hari Senin. Kapal kedua, Forest dan kapal ketiga, Petuna juga telah tiba pada pada hari berikutnya. Sementara itu, dua sisanya, Faxon dan Clavel masih berada di Samudra Atlantik. (RA)

Tags

Komentar