Jun 22, 2020 18:25 Asia/Jakarta
  • Aksi warga Muslim Nigeria menuntut pembebasan Syeikh Zakzaky.
    Aksi warga Muslim Nigeria menuntut pembebasan Syeikh Zakzaky.

Edisi kali ini menyoroti tentang Syiahphobia di Nigeria dan pembunuhan masyarakat Syiah di negara itu pada acara peringatan Hari Arbain Imam Husein as. Islamophobia memiliki berbagai wujud dan kadang menargetkan salah satu mazhab Islam terutama Syiah.

Pasca kemenangan Revolusi Islam Iran, para pengikut Syiah mengibarkan panji perlawanan terhadap kezaliman dan ketidakadilan di negara masing-masing dan dunia. Barat juga mengangkat tuduhan tak berdasar terhadap Syiah dan mengampanyekan Syiahphobia di negara-negara Muslim dan non-Muslim.

Muslim Syiah menjadi korban terbesar kelompok-kelompok takfiri dan teroris yang disponsori oleh Arab Saudi, sekutu strategis Amerika Serikat dan negara-negara Barat.

Dalam beberapa tahun terakhir, Syiah Nigeria mendapatkan penindasan dan ribuan dari mereka gugur syahid atau dipenjara dengan bermacam alasan setiap tahunnya. Juru bicara Gerakan Islam Nigeria (IMN), Syeikh Ibrahim Musa kepada salah satu media lokal mengatakan bahwa di bawah pemerintahan Muhammadu Buhari, menyandang status Syiah bermakna akan selalu diawasi dan siap-siap disiksa.

"Pada hari peringatan syahidnya Imam Husein as – pembawa panji perang melawan penindasan dan menuntut keadilan – warga Syiah Nigeria mendapat serangan karena menggelar acara duka untuk Imam Husein as. Sebagian besar pembunuhan ini dilakukan dengan dalih yang tak berdasar. Puluhan orang Syiah Nigeria terbunuh pada acara peringatan Hari Arbain tahun ini," ungkapnya.

Mengenai kebijakan pemerintah Nigeria terhadap Syiah, Syeikh Ibrahim Musa menuturkan pemerintahan sekarang mengekang kebebasan warga Syiah lebih dari masa lalu dan ini bertentangan dengan Konstitusi Nigeria, yang menjamin setiap individu mempertahankan imannya berdasarkan akidahnya.

Dia mengungkapkan bahwa warga Syiah Nigeria dibantai secara tragis pada Hari Arbain. "Polisi dan militer Nigeria yang dibeking oleh orang-orang berpakaian preman dengan penutup wajah, menyerang warga Syiah yang berkumpul di alun-alun utama kota Abuja untuk menuntut pembebasan pemimpin mereka, Syeikh Ibrahim Zakzaky pada acara peringatan Hari Arbain Imam Husein as," jelasnya.

Pemimpin Gerakan Islam Nigeria, Syeikh Ibrahim Zakzaky ditangkap pada 2015 selama peringatan Hari Arbain. Waktu itu, militer dan kelompok anti-Syiah membunuh ratusan orang yang mengikuti acara Arbain termasuk tiga putra Syeikh Zakzaky.

Aksi pawai Hari Arbain tahun lalu diselenggarakan mulai 27 – 30 Oktober di pinggiran daerah Abuja, Ibukota Nigeria. Selama empat hari itu, militer Nigeria menyambut peserta pawai dengan tembakan peluru, di mana puluhan orang gugur syahid dan ratusan lainnya ditangkap.

Militer Nigeria diterjunkan untuk menumpas aksi damai masyarakat Syiah.

Penindasan terhadap warga Syiah Nigeria tidak hanya dilakukan oleh pemerintah Abuja. Mereka juga diabaikan oleh negara-negara Barat yang mengaku membela hak asasi manusia, seolah-olah jutaan Muslim Syiah di Nigeria tidak ada wujudnya. Sejauh ini lembaga-lembaga HAM belum memprotes pembantaian warga Syiah Nigeria oleh militer negara itu.

Sikap diam ini sebenarnya merupakan dukungan bagi pemerintah dan tentara Nigeria dalam menumpas warga Muslim Syiah. Nigeria adalah negara terpadat di Afrika dengan 190 juta penduduk dan setengah dari populasinya adalah Muslim. Warga Syiah adalah minoritas di antara Muslim Nigeria.

Syiah menyebar di Nigeria pada awal 1980-an di bawah kepemimpinan seorang ulama yang saleh, bertakwa, dan berpendidikan, Syeikh Ibrahim Yaqub Zakzaky. Dengan mengajarkan ajaran Ahlul Bait Nabi as, ia berhasil menarik banyak orang dari Muslim Sunni dan bahkan Kristen Nigeria untuk menganut Syiah. Penyebaran Syiah yang sangat cepat menyebabkan terbentuknya masyarakat minoritas Syiah terbesar di Afrika.

Mazhab Syiah mencapai puncak penyebarannya pada dekade 1990 dan 2000-an serta mendapat sambutan luas dari banyak warga Muslim di wilayah Kano, Katsina, dan Kaduna, Nigeria. Ratusan ribu penduduk dari kota dan desa memilih menganut mazhab Syiah.

Populasi besar Syiah di Nigeria – meskipun memiliki pendekatan damai – selalu mendapat pembatasan yang ketat oleh pemerintah dan aparat keamanan Nigeria. Ada banyak konspirasi yang disusun untuk melawan masyarakat Syiah.

Pemerintah Nigeria menyusun agenda untuk membunuh Muslim Syiah sejak awal dekade 2010-an. Mereka secara brutal menyerang pawai damai warga Syiah pada 2013 dan 2014, membunuh puluhan anggota Gerakan Islam Nigeria.

Tindakan brutal ini memuncak pada tahun 2015 yang mengarah pada pembantaian 1.000 warga Syiah di kota Zaria, melukai Syeikh Zakzaky, pemimpin Gerakan Islam Nigeria, dan membunuh ketiga putranya, menghancurkan semua fasilitas milik Syiah, termasuk Hussainiyah besar di kota Zaria.

Syeikh Zakzaky sudah menjalani hukuman penjara selama tiga tahun dan Mahkamah Agung Nigeria memerintahkan pembebasannya, namun pemerintah Abuja menolak putusan itu. Militer dan polisi Nigeria terus menekan masyarakat Syiah di Nigeria Utara. Para pejabat pemerintahan federal Nigeria menolak mengeluarkan izin apapun untuk kegiatan warga Syiah.

Syeikh Ibrahim Zakzaky.

Popularitas Syeikh Zakzaky dan penyebaran mazhab Syiah merupakan salah satu alasan utama mengapa pemerintah dan militer Nigeria menumpas Syiah di negara itu.

Kelompok Wahabi yang berkuasa di Arab Saudi memainkan peran utama dalam mengintimidasi dan menindas komunitas Syiah di Nigeria. Kedutaan Besar Arab Saudi di Nigeria sudah sering menyatakan keprihatinan atas pengaruh Syiah yang terus meningkat di Nigeria dalam beberapa tahun terakhir.

Dubes Arab Saudi di Abuja bertemu dengan para pejabat tinggi pemerintah dan militer Nigeria dalam beberapa tahun terakhir. Saudi memandang pengaruh besar Syeikh Zakzaky sebagai bahaya potensial bagi masa depan Nigeria.

Sementara itu, rezim Zionis Israel memainkan peran penting dalam pembunuhan masyarakat Syiah Nigeria. Pada 2015 dan sebelum pembantaian Syiah di Zaria, kepala Staf Gabungan Nigeria mengadakan pertemuan penting dan rahasia dengan beberapa pejabat Mossad dan militer Israel selama kunjungannya ke Tel Aviv.

Kunjungan itu tampaknya bertujuan untuk menyusun skenario serangan terhadap rumah Syeikh Zakzaky dan lembaga-lembaga pendidikan milik Gerakan Islam Nigeria di kota Zaria.

Bertambahnya jumlah pecinta Ahlul Bait as di Nigeria telah mengundang kekhawatiran banyak pihak terutama Saudi, Amerika Serikat, dan Israel. Mereka melancarkan konspirasi dan menginfiltrasi lembaga-lembaga pemerintah dan dinas intelijen Nigeria. Mereka sudah lama terganggu dengan aktivitas Syeikh Zakzaky dan sejak masih mahasiswa jurusan ekonomi ia dikenal sangat aktif dan berani.

Syeikh Zakzaky sejauh ini melarang Muslim Nigeria melakukan perlawanan bersenjata. Ia lebih memilih jalan damai untuk menyelesaikan semua perkara dan meminta masyarakat Muslim untuk tidak memberi alasan di tangan pemerintah dan militer Nigeria. Meski demikian militer tetap saja menyerang masyarakat Muslim Nigeria. (RM)

Tags

Komentar