Aug 10, 2020 18:00 Asia/Jakarta

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menetapkan Hagia Sophia sebagai masjid pada tanggal 10 Juli 2020. Penetapan bangunan yang menjadi katedral selama 900 tahun menjadi masjid itu dilakukan seteleh pengadilan membatalkan status bangunan ikonik yang ditetapkan UNESCO sebagai peninggalan bersejarah.

14 hari berikutnya yaitu pada tanggal 24 Juli 2020, shalat Jumat pertama dalam 86 tahun diselenggarakan di Hagia Sophia. Sekitar 1.000 orang diperkirakan mengikuti salat Jumat pertama di bangunan tersebut.

Hagia Sophia  yang berusia 1.500 tahun ini semula adalah katedral yang dijadikan masjid lalu museum dan kemudian dijadikan masjid  kembali.  Pada 1934, di bawah kepemimpinan Presiden Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Turki modern setelah jatuhnya Ottoman, masjid itu dijadikan museum.

Ketika shalat Jumat digelar, lukisan dan ornamen Kristiani ditutup tirai dengan menggunakan mekanisme khusus.  Menurut Hurriyet, shalat Jumat pertama dipimpin oleh Ketua Direktur Keagamaan Ali Erba.  

Hagia Sophia didirikan pada abad keenam sebagai katedral namun dijadikan masjid pada 1453 ketika Ottoman (Kekhalifahan Utsmaniyah) di bawah Mehmed II atau Sultan Muhammad Al Fatih, menaklukkan Konstantinopel yang kemudian berganti nama menjadi Istanbul.

Bagi kelompok Islamis Turki, Hagia Sophia kembali dijadikan masjid menandai mimpi lama mewujudkan kembali simbol kejayaan Ottoman. Namun bagi pihak lain, perubahan ini dianggap kemunduran untuk salah satu bangunan dengan arsitek terindah di dunia.  (RA)

Tags