Sep 10, 2020 09:44 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 10 September 2020
    Lintasan Sejarah 10 September 2020

Allamah Hilli Meninggal Dunia

716 tahun yang lalu, tanggal 21 Muharam 726 HQ, Allamah Hilli, faqih dan ulama besar Islam meninggal dunia.

 

Allamah Hilli lahir di kota Hillah Irak dari seorang ayah yang juga ulama besar Islam bernama Sadiduddin Ali. Allamah Hilli sejak masa kanak-kanak sudah menunjukkan bakat yang tinggi dalam bidang keilmuan, dengan menimba ilmu al-Quran dan ilmu-ilmu lainnya. Guru pertamanya adalah sang ayah sendiri. Setelah itu beliau berguru kepada ulama besar di zaman itu di antaranya Khajah Nasiruddin Thusi. Kecerdasan dan keuletan membuat beliau dengan cepat mencapai tingkat mujtahid.

 

Syahid Ayatullah Murtadha Muthahhari mengenai Allamah Hilli mengatakan, "Allamah Hilli adalah salah satu keajaiban sejarah. Dalam ilmu fiqh, teologi, logika, filsafat, bahkan ilmu rijal, beliau meninggalkan karya penulisan yang jumlah mencapai sekitar seratus karya. Masing-masing dari karya yang ia tulis cukup membuktikan kedalaman ilmunya."

 

Selain menulis, Allamah Hilli juga berhasil mencetak banyak ulama. Di antara buku karyanya yang terkenal adalah Tadzkirah al-Fuqaha yang  mengulas tentang berbagai pendapat mazhab-mazhab Islam, Nahjul Iman dalam berbagai tafsir al-Quran dan Muntahal Mathalib tentang tata cara  beribadah.

 

penandatanganan Traktat Saint Germain

 

Penandatanganan Perjanjian Saint Germain

 

101 tahun yang lalu, tanggal 10 September 1919, ditandatangani perjanjian Saint Germain antara negara-negara pemimpin Perang Dunia Pertama dengan kaisar Austria.

 

Menurut perjanjian ini, wilayah imperium Austria dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Austria, Hongaria, dan Chekoslovakia. Beberapa bagian dari wilayah Austria juga diserahkan kepada Italia, Yugoslavia, Soviet, Polandia, dan Romania.

 

Dalam perjanjian ini juga disebutkan bahwa perjanjian antara Austria dan Jerman yang telah ditandatangani sebelumnya, dibatalkan dan Austria dilarang mengikat perjanjian apapun dengan Jerman. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah Austria dan Jerman  membentuk kembali sebuah kekuatan besar.

 

Ayatullah Sayid Asadullah Madani Gugur

 

39 tahun yang lalu, tanggal 20 Shahrivar 1360 HS, Ayatullah Sayid Asadullah Madani, Imam Jumat kota Tabriz, gugur syahid akibat serangan kelompok teroris Mujahidin al-Khalk (MKO) di saat sedang melaksanakan shalat Jumat.

 

Ayatullah Madani dilahirkan pada tahun 1292 Hs dan menempuh pendidikan di kota Qom dan Najaf hingga mencapai derajat mujtahid. Selama masa pendidikannya, beliau sudah aktif dalam perjuangan politik.

 

Beliau juga turut serta dalam perjuangan menentang Shah Pahlevi yang mengakibatkannya harus masuk penjara. Setelah kemenangan Revolusi Islam Iran, Ayatullah Madani ditunjuk oleh Imam Khomeini sebagai Imam Jumat kota Tabriz.[]

Tags