Okt 20, 2020 17:39 Asia/Jakarta

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengusulkan paket stimulus ekonomi baru ke parlemen dengan nilai lebih dari US$1,5 triliun pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Paket stimulus pertama sebesar US$25 miliar telah habis digunakan hingga akhir September 2020.

Pembicaraan antara Gedung Putih dan DPR, yang dikuasai Partai Demokrat, mengalami kebuntuan mengenai besaran paket stimulus yang ingin digelontorkan. Demokrat ingin mengesahkan paket stimulus ekonomi sekitar US$2,2 triliun. Namun, Gedung Putih berkukuh pada angka US$1,5 triliun.

Tak lama setelah itu, pemerintahn Trump mengajukan anggaran sebesar $ 1,8 triliun pada hari Jumat, 9 Oktober  2020 sebagai stimulus Virus Corona, COVID-19 (Covid-19). Anggaran ini akan dinegosiasikan dengan Partai Demokrat, sebagai upaya kedua belah pihak mencapai kesepakatan sebelum pemilu 2020.

Jumlah stimulus ini naik dari dari US$ 1,6 triliun yang diusulkan pemeritahan Trump sebelumnya. Parlemen dari kubu Demokrat mengesahkan tagihan $ 2,2 triliun awal bulan ini, dan kedua belah pihak telah berjuang untuk menemukan konsensus di antara angka-angka itu.

Menurut juru bicara Demokrat California Drew Hammill, Ketua DPR Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin telah berbicara selama lebih dari 30 menit Jumat sore, 9 Oktober 2020. Mnuchin menawarkan proposal yang berusaha untuk mengatasi beberapa kekhawatiran yang dimiliki Demokrat.

Hammill dalam pernyataannya seperti dikutip CNBC International, Sabtu (10/10/20), mengatakan, yang menjadi perhatian khusus, adalah tidak adanya kesepakatan tentang rencana strategis untuk membasmi virus. Untuk ini dan ketentuan lainnya, kami masih menunggu pernyataan dari administrasi karena negosiasi tentang jumlah dana keseluruhan terus berlanjut. (RA)

Tags