Nov 10, 2020 19:40 Asia/Jakarta

Kelompok teroris Daesh (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan di Universitas Kabul, ibu kota Afghanistan pada Senin, 2 November 2020 yang menewaskan sedikitnya 35 orang, di mana kebanyakan korban adalah mahasiswa

Menurut sumber pemerintah Afghanistan pada Selasa (3/11/2020), sekitar 50 orang terluka dalam serangan itu. Sebelumnya, keterangan resmi pemerintah menyebutkan bahwa korban terbunuh mencapai 22 orang, dengan lebih dari 20 orang lainnya terluka.

Tembakan pertama kali terdengar sekitar pukul 11.30 waktu setempat, disusul dengan pertempuran sengit selama berjam-jam antara penyerang dan pasukan keamanan Afghanistan.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Tariq Arian mengatakan bahwa tiga pelaku tewas dalam apa yang dia sebut sebagai "serangan teroris biadab" di universitas itu.

Presiden Ashraf Ghani menyebut kekerasan itu sebagai serangan terhadap "kehormatan, kemajuan, dan masa depan cerah Afghanistan," dan pemerintah Afghanistan telah menyatakan bahwa Hari Selasa sebagai Hari Berkabung Nasional.

Serangan itu terjadi menjelang pameran buku Iran yang diselenggarakan di universitas tersebut. Pameran itu dihadiri oleh pejabat Afghanistan dan Iran, termasuk duta besar Iran untuk Afghanistan.

Rekaman menunjukkan siswa sedang dievakuasi dari kampus, dan orang-orang terlihat berlari, dengan latar belakang suara ledakan keras. (RA)

Tags