Des 21, 2020 22:06 Asia/Jakarta

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei berpesan kepada masyarakat dan pejabat untuk menggandakan upaya mereka dalam memperkuat negara di bidang ekonomi, sains, teknologi dan pertahanan, dan tidak mempercayai musuh.

Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan panitia penyelenggara haul Syahid Qassem Soleimani dan keluarga beliau hari Rabu (16/12/2020) menekankan bahwa negara harus fokus pada upaya untuk mengatasi sanksi ilegal daripada harapan untuk pencabutannya.

"Pencabutan sanksi ada di tangan musuh, tetapi menetralisirnya ada di tangan kita sendiri," tegasnya.

Rahbar lebih lanjut menyinggung pembunuhan terhadap Letnan Jenderal Qassem Soleimani dan mengatakan, para pelaku pembunuhan ini harus dibalas, dan pembalasan ini akan dilakukan dalam waktu yang tepat.

Ayatullah Khamenei  menyebut Syahid Soleimani sebagai pahlawan bangsa Iran dan umat Islam.

"Mengingat Syahid [Soleimani] orang yang merakyat dan dicintai rakyat, maka potensi ini harus memanfaatkan dengan mengerahkan upaya budaya dan kreativitasnya," ujarnya.

Mengenai posisi Syahid Soleimani sebagai pahlawan nasional bangsa Iran, Ayatullah Khamenei menjelaskan, alasan mengapa Syahid Soleimani menjadi pahlawan bangsa Iran dan berbagai lapisan masyarakat menghormati beliau dan berduka atas kepergiannya, karena Syahid Soleimani sebagai manifestasi dai nilai-nilai budaya Iran.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran memandang keberanian dan perlawanan, kebijaksanaan, kecerdasan, pengorbanan, dan persaudaraan sebagai karakter Syahid Soleimani.

"Syahid  mulia ini  memiliki ketinggian spiritual, ketulusan  serta berorentasi akhirat, dan beliau orang yang rendah hati," tutur Rahbar.

Ayatullah Khamenei juga menyinggung kecintaan rakyat Iran kepada beliau, bahkan ketika melepas kepergiannya.

"Jutaan orang menghadiri prosesi pemakaman Syahid Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis di Irak dan Iran yang tak terlupakan. Upacara peringatan kedua Syuhada menjadi perang lunak yang akan mengejutkan kubu arogan, sekaligus tamparan keras pertama di wajah Amerika Serikat," tegasnya.

Rahbar dalam pidatonya juga menyinggung serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS, Ain al-Assad, dengan menegaskan, tamparan yang lebih keras adalah pengaruh serangan lunak terhadap kedigdayaan kosong adidaya yang dilakukan dengan partisipasi para pemuda Revolusioner dan intelektual Mukmin, juga pengusiran pasukan AS dari kawasan oleh bangsa-bangsa dan gerakan perlawanan.

Komandan Pasukan al-Qods Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Letjend Qassem Soleimani, dan Wakil Ketua Hashd Al Shaabi Irak Abu Mahdi al-Muhandis, bersama delapan pengawal mereka gugur syahid pada hari Jumat (3/1/2020) dalam serangan udara militer Amerika Serikat di Baghdad atas perintah langsung Presiden Donald Trump. Letjen Soleimani berkunjung ke Irak atas undangan resmi pemerintah Baghdad.

Letjen Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis sangat populer karena peran kunci yang mereka mainkan dalam membasmi kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) yang disponsori AS di kawasan. (RA)

Tags