Jan 02, 2021 18:27 Asia/Jakarta

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani menggambarkan pembunuhan terhadap Komandan Pasukan al-Quds Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Letnan Jenderal Qassem Soleimani sebagai "tindakan balas dendam" Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel terhadap Republik Islam dan negara-negara merdeka lainnya yang telah menggagalkan rencana jahat Washington dan Tel Aviv untuk mengguncang stabilitas di kawasan Asia Barat.

"Kesayahidan Letjen Soleimani adalah tindakan balas dendam terhadap Republik Islam Iran, kemerdekaan negara-negara kawasan dan bangsa-bangsa besar yang menentang konspirasi AS dan Zionisme, dan menghancurkannya," kata Rouhani dalam sidang kabinet pemerintahannya pada hari Rabu (30/12/2020).

Pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke arah rombongan Komandan Pasukan al-Qods IRGC Letjen Soleimani, dan Wakil Ketua Hashd Al Shaabi Irak Abu Mahdi al-Muhandis, bersama delapan pengawal mereka ketika tiba di bandara udara Baghdad, ibu kota Irak pada Jumat dini hari, 3 Januari 2020.

Letjen Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis beserta pengawal mereka gugur syahid dalam serangan yang diperintahkan langsung Presiden AS Donald Trump itu. Letjen Soleimani berkunjung ke Irak atas undangan resmi dari pemerintah Baghdad.

Letjen Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis sangat populer karena peran kunci mereka dalam menumpas kelompok teroris takfiri Daesh yang disponsori AS di Irak dan Suriah. Letjen Soleimani adalah pejabat tinggi militer Republik Islam Iran yang popularitasnya mulai meningkat setelah memimpin perang melawan kelompok teroris takfiri Daesh di Suriah dan Irak.

Presiden Iran menambahkan, Daesh terbentuk dari pasukan bayaran yang disewa oleh AS dan rezim Zionis untuk mengambil alih kawasan. Letjen Soleimani, lanjutnya, "berdiri dengan bijaksana" melawan plot mereka dan melakukan upaya besar untuk memulihkan perdamaian dan keamanan regional.

"Elemen-elemen Daesh yang kejam, yang diangkat oleh kubu arogansi dan Zionisme, berusaha mengganggu perdamaian dan keamanan regional. AS, Zionisme dan mereka yang kepentingannya dipertaruhkan di kawasan ini membalas dendam dari Syahid Soleimani karena dia telah menggagalkan skenario mereka," kata Rouhani.

Presiden Iran menegaskan, Syahid Soleimani adalah pahlawan nasional dan kehormatan bagi seluruh bangsa Iran, bangsa-bangsa di kawasan, dan kaum Muslim revolusioner. Tidak diragukan lagi, mereka ingin merebut pahlawan nasional kita, tetapi dengan melakukan itu, mereka membuat kesalahan. Pahlawan nasional kita menjadi kekal, dan akan terus hidup dalam sejarah sebagai pahlawan besar kita.

Dua hari setelah operasi pembunuhan Washington, anggota parlemen Irak menyetujui RUU, menuntut penarikan semua pasukan militer asing yang dipimpin oleh AS dari negara itu.

Merujuk pada undang-undang tersebut, Rouhani berkata, tujuan musuh adalah untuk mematahkan perlawanan di kawasan dengan cara membunuh Letjen Soleimani, namun itu justru menciptakan dampak sebaliknya dan darah Soleimani memperkuat moral perlawanan di kawasan.

Presiden Iran menuturkan, prosesi pemakaman agung yang dihadiri oleh jutaan orang untuk Syahid Letjen Soleimani dan Abu Mahid al-Muhandis di berbagai kota di Iran adalah "tamparan keras bagi para penjahat Amerika. (RA)

Tags