Feb 21, 2021 11:04 Asia/Jakarta
  • 21 Februari 2021
    21 Februari 2021

Hari ini, Ahad 21 Februari 2021 bertepatan dengan 9 Rajab 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 3 Isfand 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Abdi Beik Shirazi Lahir

521 tahun yang lalu, tanggal 9 Rajab 921 HQ,  Abdi Beik Shirazi, yang dijuluki "Nawidi" atau si berita gembira, seorang sejawaran Iran, terlahir ke dunia di kota Shiraz, selatan Iran.

Karya terbesar sejarawan ini adalah sebuah buku sejarah yang berisi catatan sejarah lebih dari 100 tahun pemerintahan dinasti Safawi di Iran. Dalam buku ini, dia menceritakan kehidupan dinasti Safawi sejak awal hingga tahun 978 HQ.

Karya lain Nawidi adalah "Jam-e Jamshidieh" yang ditulis dalam bentuk syair.

Kudeta Reza Khan atas Ahmad Shah Qajar

100 tahun yang lalu, tanggal 3 Isfand 1299 HS (22 Februari 1921), sebuah kudeta yang kemudian menentukan perjalanan sejarah bangsa Iran berlangsung di bawah pimpinan Reza Khan, seorang tentara yang memiliki hubungan kuat dengan Inggris.

Reza Khan, Raja Dinasti Pahlavi

Operasi kudeta sedemikian rapihnya sehingga hanya dalam waktu yang sangat singkat, Reza Khan berhasil menguasai Tehran. Karena diliputi rasa takut luar biasa, Ahmad Shah Qajar, Raja Iran saat itu, tidak melakukan perlawanan sedikitpun dan bahkan dengan segera mengangkat Reza Khan sebagai panglima tertinggi militer Kerajaan Iran.

Setelah itu, berkat dukungan kuat Inggris yang mengangkatnya sebagai representasi London di kawasan Iran, Reza Khan akhirnya naik menjadi raja menggantikan Ahmad Shah Qajar. Akan tetapi, menyusul adanya kecenderungan Reza Khan mendukung Jerman dalam Perang Dunia II, Inggris kemudian mencopotnya dari kekuasaan dan mengusirnya dari Iran.

Malcolm X Gugur Syahid

56 tahun yang lalu, tanggal 21 Februari 1965, Malcolm X, pejuang muslim kulit hitam AS gugur syahid.

Malcolm X, pejuang muslim kulit hitam AS

Malcolm X yang nama aslinya adalah Malcolm Little, lahir di Omaha, Nebraska, pada tahun 1925. Ayah  Malcolm adalah seorang pendeta Baptis yang dibunuh oleh kelompok anti kulit hitam. Pada usia 21 tahun, Malcolm berkenalan dengan Elijah Muhammad, pemimpin gerakan "Nation of Islam" yang memperjuangkan hak-hak kaum kulit hitam muslim di Amerika dan menginginkan didirikannya sebuah negara muslim terpisah.

Malcolm kemudian masuk Islam dan menjadi aktivis di Nation of Islam. Kecerdasan dan kemampuan orasinya yang hebat membuat Malcolm dengan segera menjadi juru bicara Nation of Islam. Karismanya yang tinggi membuat anggota NOI dengan segera melonjak naik. Namun, perselisihan prinsip antara Malcolm X dan Elijah Muhammad, membuatnya keluar dari NOI pada tahun 1964 dan ia mendirikan organisasi Moslem Mosque.

Pada tahun yang sama, ia menunaikan haji ke Mekah dan di sana, ia menjumpai bahwa kaum muslimin berasal dari berbagai bangsa dan ras. Pengalaman ini membuat Malcolm berubah pandangan. Sekembalinya ke AS, ia tidak lagi sekedar menyampaikan pesan Islam untuk kaum kulit hitam melainkan untuk semua ras. Namun perjuangan Malcolm terpaksa berhenti di usianya ke 39 tahun karena ditembak tiga orang bersenjata ketika sedang menyampaikan pidato di sebuah gedung di New York.

Tags