Mar 26, 2021 08:11 Asia/Jakarta
  • 26 Maret 2021
    26 Maret 2021

Hari ini, Jumat 26 Maret 2021 bertepatan dengan 12 Sya'ban 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 6 Farvardin 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Sayid Al-Atibba Tabrizi Wafat

126 tahun yang lalu, tanggal 12 Sya'ban 1316 HQ, Sayidul Atibba Tabrizi, seorang ahli fiqih dan dokter terkenal Iran meninggal dunia.

Sayid al-Atibba dilahirkan di Kota Tabriz, sebuah kawasan di barat laut Iran. Sejak masa mudanya, ia menunjukkan minat yang sangat besar kepada sastra ilmu-ilmu agama. Setelah itu, ia belajar ilmu kedokteran kepada sejumlah ilmuwan pada zamannya.

Di antara kitab-kitab yang ditulisnya adalah "Sejarah Tabriz" dan "Aturan-Aturan Umum Ibnu Sina".

Mahasiswa Menduduki Kedubes Mesir di Tehran

42 tahun yang lalu, tanggal 6 Farvardin 1358 HS, mahasiswa Iran menduduki Kedubes Mesir di Tehran.

Anwar Sadar, mantan Presiden Mesir

Setelah berbulan-bulan perundingan antara Israel dan Mesir dengan Amerika sebagai penengahnya, ditandatangani perjanjian damai antara keduanya di Washington. Menjelang terlaksananya gerakan pengkhianatan ini, Imam Khomeini ra mengeluarkan pesan yang menyebut perjanjian damai Anwar Sadat, Presiden Mesir waktu itu dengan Israel sebagai bentuk pengkhianatan kepada Islam dan Muslimin sekaligus mengutuk perjanjian tersebut.

Dalam aksi protes atas kesiapan Mesir untuk menandatangani perjanjian damai, dini hari 6 Farvardin 1358 HS, lebih dari lima puluh mahasiswa Arab yang tinggal di Iran menyerang Kedutaan Besar Mesir di Tehran dan menduduki halamannya. Setelah itu mereka menyebarkan pamflet berisi 5 butir pernyataan. Selain memrotes kinerja pemerintah Mesir, disebutkan bahwa Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai satu-satunya wakil bangsa Palestina.

Sekalipun aksi ini didukung oleh para mahasiswa Iran, tapi Kementerian Luar Negeri Pemerintah Sementara menilai itu tidak menguntungkan Revolusi Islam Iran dan revolusi bangsa Palestina. Akhirnya, para mahasiswa yang menempati gedung Kedubes Mesir sehari setelahnya (7 Farvardin 1358 HS) harus meninggalkan tempat itu.

Ketika pemerintah Mesir menerima Shah Iran yang dilengserkan, pemerintah Iran memutuskan hubungan politiknya dengan Mesir.

Bangladesh Memisahkan Diri

50 tahun yang lalu, tanggal 26 Maret 1971, menyusul pergolakan politik dalam skala besar, Pakistan timur yang kini bernama Bangladesh memisahkan diri dari Pakistan dan mengumumkan kemerdekaannya.

Bangladesh

Sebelumnya, tahun 1947, Pakistan memisahkan diri dari India. Namun kebijakan diskriminatif yang dijalankan oleh pemerintah pusat di Islamabad terhadap warga suku Bangla yang merupakan 98 persen dari seluruh penduduk di wilayah Pakistan Timur melahirkan ketidakpuasan umum.

Sebelumnya warga Pakistan Timur mengajukan tuntutan otonomi untuk wilayah mereka. Tetapi lambat laun tuntutan itu berubah menjadi gerakan pemisahan diri dari Pakistan.

Untuk memadamkan pergolakan rakyat tentara Pakistan menduduki kota Dakka. Pasukan India campur tangan dengan memihak warga Pakistan Timur, akhirnya, pasukan Pakistan terpaksa meninggalkan kota Dakka dan Pakistan Timur memproklamasikan kemerdekaan dengan mengubah nama menjadi Bangladesh.

Najiburrahman pemimpin Pakistan Timur menjadi presiden pertama Bangladesh. Tetapi tak lama, Najiburrahman terbunuh dalam sebuah kudeta. Bangladesh dengan luas wilayah 144 ribu kilometer persegi terletak di timur laut anak benua India dan bertetangga dengan India dan Myanmar.

Tags