May 08, 2021 19:31 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 8 Mei 2021

Hari ini, Sabtu, 8 Mei 2021 bertepatan dengan 25 Ramadan 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 18 Ordibehest 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Ibnu Athiyyah Wafat

 

901 tahun yang lalu, tanggal 25 Ramadan 541 HQ, Ibnu Athiyah, seorang ulama hadis dan tafsir terkenal asal Andalusia, meninggal dunia.

 

Ibnu Athiyah berasal dari keluarga berpendidikan dan hampir semua anggota keluarga itu adalah ilmuwan dan sastrawan. Meskipun Ibnu Athiyah terkenal sebagai ahli tafsir dan hadis, namun banyak penulis sejarah yang mencatat bahwa dia juga menguasai ilmu fiqih, ushul fiqih, dan sastra.

 

Karya terpenting Ibnu Athiyah adalah kitab tafsir dengan mukadimah yang dianggap sebagai karya terbaik dalam ilmu Quran. Karya lain Ibnu Athiyah berjudul "al-Barnamij".

 

Bank Mata Pertama Di Dunia Berdiri

 

77 tahun yang lalu, tanggal  8 Mei 1944, bank mata pertama di dunia didirikan di New York oleh seorang dokter mata bernama Townley Paton.

 

Sejak tahun 1905, para dokter mata berhasil menemukan bahwa kebutaan kornea dapat disembuhkan dengan cara mengangkat kornea atau selaput tipis yang menutupi mata yang rusak, dan menggantikannya dengan kornea lain yang masih sehat. Namun, transplantasi kornea ini jarang dilakukan karena tidak tersedianya donor mata.

 

Dr. Paton kemudian mendirikan bank mata yang bekerja untuk mengumpulkan donor mata, memprosesnya, dan mendistribusikannya kepada para dokter bedah. Orang-orang yang bersedia menyumbangkan kornea matanya dapat mendaftar ke bank mata tersebut dan begitu meninggal, bank mata akan melakukan operasi pengangkatan selaput mata terhadap para donatur itu.

 

Pembebasan Kota Hoveyzeh dari Pasukan Baath, Irak

 

39 tahun yang  lalu, tanggal 18 Ordibehesht 1361 HS, kota Hoveyzeh berhasil dibebaskan dari pendudukan rezim Baath, Irak.

 

Dalam operasi militer Baitul Moghaddas, para pejuang Islam Iran semakin mendekati perbatasan internasional dan merangsek ke depan hingga berada hanya 17 kilometer dari garis perbatasan. Kota Hoveyzeh yang diduduki pasukan Baath, Irak sejak bulan-bulan pertama perang mulai dikepung pasukan Iran. Sekalipun musuh berusaha matian-matian mempertahankan kota ini, tapi ketika kepungan semakin diperketat, pasukan Irak melihat mereka dalam kondisi terancam, akhirnya mereka memilih untuk meninggalkan kota ini dan mundur dari sana.

 

Tanggal 18 Ordibehesht 1361 HS, para pejuang Islam Iran berhasil menduduki kota yang telah menjadi puing-puing akibat perang hebat. Tapi mereka tidak berhenti hanya membebaskan kota ini dan berusaha mengejar pasukan Baath Irak.

 

Menyusul publikasi pembebasan kota Hoveyzeh, para pemimpin Baath tetap menyatakan bahwa keluar dari Hoveyzeh masih termasuk kemenangan mereka dan menilai itu sebagai taktik perangnya.