May 12, 2021 16:59 Asia/Jakarta

Seluruh dunia dikejutkan oleh sebuah video yang menayangkan momen mengerikan seorang ayah di Jalur Gaza yang berusaha menyelamatkan nyawa anaknya dari serangan brutal pasukan rezim Zionis Israel pada tanggal 30 September 2000.

Mohammad al-Durrah, bocah Palestina gugur syahid di pelukan ayahnya di Gaza, dua hari setelah pecahnya Intifada Kedua pada 2000. Dia  gugur ditembaki pasukan Israel meskipun telah berlindung di balik tubuh ayahnya.

Tragedi tersebut terjadi dua hari setelah mantan Perdana Menteri rezim Zionis  Ariel Sharon mendatangi Masjid al-Aqsa dan menyulut kemarahan seluruh Palestina sehingga meletuslah Intifada.   

Mohammed al-Durrah lahir pada 22 November 1988 di kamp pengungsi al-Bureij di Gaza. Video detik-detik penembakan terhadap Muhammad al-Durrah direkam oleh fotografer France 2 Talal Abu Rahma dan sempat mengguncang dunia. 

Dalam rekaman tersebut terlihat Muhammad al-Durrah, 12 tahun dan ayahnya  saling berpelukan sebelum dihujani peluru oleh tentara Israel. Mereka berlindung di balik sebuah silinder.

Mohammed al-Durrah menangis dan ayahnya berusaha menenangkannya, kemudian muncul tembakan dan debu, sang bocah terlihat terkapar di lutut ayahnya.

Rekaman 59 detik yang disiarkan di Perancis dengan panduan dari Charles Enderlin itu serentak mengguncang dunia. Mohammed al-Durrah dihormati di seluruh dunia Muslim sebagai seorang syuhada.

Peristiwa yang dialami Mohammed al-Durrah merupakan bagian dari kehidupan yang dialami rakyat Palestina di bawah pendudukan rezim ilegal, Zionis Israel. (RA)

Tags