Jun 16, 2021 09:54 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 16 Juni 2021

Hari ini Rabu, 16 Juni 2021 bertepatan dengan 5 Zulkaidah 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 26 Khordad 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Sayid Ibnu Thawus Meninggal Dunia

 

778 tahun yang lalu, tanggal 5 Dzulqadah 664 HQ,  Ridha ad-din Ali bin Musa yang terkenal dengan nama Sayid Ibnu Thawus,  seorang ulama fiqih, hadis, sejarah, dan sastra muslim, meninggal dunia.

 

Sayid Ibnu Thawus menjalani masa kecil dan remajanya di tanah kelahirannya, Hilah, yang terletak di Irak. Di sana, ia mempelajari berbagai bidang ilmu agama. Sayyid Ibnu Thawus menjalani hidup dengan kezuhudan dan ketakwaan. Oleh karena itulah ia selalu menolak berbagai jabatan yang ditawarkan oleh rezim yang berkuasa saat itu, yaitu Dinasti Abbasiah.

 

Dia banyak meninggalkan karya-karya penulisan di bidang ilmu teologi, akhlak, fiqih, dan hadis. Sebagian besar karya-karyanya diterjemahkan ke berbagai bahasa dan berkali-kali dicetak ulang. Di antara karya Ibnu Thawus yang terpenting aaadalah buku berjudul "al-Luhuf" yang mengisahkan kejadian di hari Asyura dan dianggap sebagai salah satu buku sejarah terkemuka. Buku karya Ibnu Thawus lainnya berjudul "al-Malahim wal Fitan" yang berisi berbagai peristiwa sebelum dan di saat munculnya Imam Mahdi af.

 

Ayatullah Mirza Mostafa Mojtahed Tabrizi Wafat

 

102 tahun yang lalu, tanggal 26 Khordad 1298 HS Ayatullah Mirza Mostafa Mojtahed Tabrizi meninggal dunia di usia 40 tahun dan dimakamkan di kota Najaf.

 

Ayatullah Mirza Mostafa Mojtahed Tabrizi lahir dari keluarga ulama pada 1258 HS di kota Tabriz. Setelah belajar ilmu-ilmu dasar keagamaan di kota kelahirannya di bawah bimbingan ayah dan guru-guru di Tabriz, beliau kemudian pergi ke kota Najaf untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi.

 

Ayatullah Mojtahed Tabrizi selama di Najaf belajar kepada ulama besar masa itu seperti Akhond Mulla Mulla Muhammad Kazem Khorasani, Syaikh al-Syari'ah Isfahani, Sayid Muhammad Kazem Yazdi, Mirza Abu al-Qasim Erdoubadi, Muhaqqiq Nahawandi dan lain-lainnya.

 

Bertahun-tahun belajar di Najaf mengantarkankan Ayatullah Mojtahed Tabrizi mencapai derajat keilmuan yang tinggi. Di antara ribuan murid fiqih dan ushul fiqih Akhond Khorasani, beliau termasuk yang mampu menarik perhatian gurunya. Selama belajar di Najaf, selain belajar fiqih, ushul fiqih, beliau juga menguasai perbintangan, matematika, puisi dan sastra.

 

Beberapa tahun berlalu, beliau pergi ke Mekah dan dalam perjalanan beliau terserang penyakit dan di akhir hidupnya beliau menderita lumpuh. Selama hidupnya beliau meninggalkan banyak karya ilmiah seperti Urjuzah dalam ilmu ‘Arudh dan Qafiyah, catatan pinggir Kifayah al-Ushul dan catatan pinggir Lisan al-Khawas.

 

Serangan Udara AS ke Jepang Dimulai

 

47 tahun yang lalu, tanggal 16 Juni 1944, angkatan udara AS mulai menggelar serangan ke sejumlah kota di Jepang.

 

Kota pertama yang menjadi sasaran serangan angkatan udara AS adalah Fukula yang terletak di wilayah selatan Jepang. Serangan udara ini dimaksudkan untuk menekan Jepang dan memaksa negara itu untuk menyerah.

 

Serangan bertubi-tubi ke berbagai kota jepang itu menewaskan puluhan ribu rakyat tak berdosa dan menghancurkan pusat-pusat industri, pabrik-pabrik, tanah persawahan, dan berbagai sarana infra struktur Jepang. Serangan udara ini berakhir dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu setelah kota Hiroshima dan Nagasaki menjadi sasaran bom atom AS.