Okt 06, 2019 18:58 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Hassan Rouhani di KTT EAEU
    Presiden Iran Hassan Rouhani di KTT EAEU

Yerevan, ibukota Armenia mulai Senin dan Selasa pekan lalu (30/09-01/10) menjadi tuan rumah KTT Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan sebagai tuan rumah KTT EAEU secara resmi mengundang Presiden Iran Hassan Rouhani.

KTT Yerevan ini tak diragukan lagi memiliki agenda penting, namun tak diragukan lagi partisipasi Presiden Iran Hassan Rouhani dan bergabungnya Tehran di nota kesepahaman (MoU) sementara dan peratifikasian kesepakatan dagang termasuk kemajuan penting bagi peserta KTT Yerevan. Republik Islam Iran baru-baru ini menandatangani MoU dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

Image Caption

Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) layaknya sebuah jendela yang baru saja terbuka bagi ekonomi Iran dan memiliki potensi untuk memperluas perdagangan dengan negara-negara sekitarnya.

Uni Ekonomi Eurasia dibentuk tahun 2014 dan beranggotakan negara seperti Rusia, Armenia, Kazakhstan, Kyrgyzstan dan Belarusia. EAEU sejatinya miliki negara di kawasan utara, Asia Tengah dan Eropa Timur. Pemulihan pembangunan berkesinambungan dan meningkatkan kualitas kehidupan negara anggota merupakan tujuan utama pembentukan organisasi ini.

Tujuan pertama EAEU adalah menyamaratakan undang-undang perdagangan dan cukai, menghapus bea cukai perbatasan dan mempermudah pengambilan keputusan terkait masalah ini di antara anggota. Meski ada tujuan seperti ini, tampaknya anggota EAEU kedepannya berencana meraih konvergensi ekonomi di tingkat kawasan. Sejatinya anggota Uni Ekonomi Eurasia selain aktif di koridor dan keputusan organisasi ini, juga berusaha memperluas zona aktivitasnya. Wajar jika di bidang ini Armenia selain berusaha dan serius aktif, juga memainkan peran penting untuk menggalang kerja sama Iran dengan negara-negara anggota.

Isu kerja sama Iran dengan Uni Ekonomi Eurasia telah ada sejak era Mantan perdana menteri Armenia, Serzh Sargsyan. Pakar ekonoi di Armenia menilai kerja sama Tehran dengan EAEU sebagai salah satu solusi kebangkitan Armenia ke arah ekonomi yang kuat dan pembangungan berkesinambungan.

Tak diragukan bahwa dengan bergabungnya Iran ke Eurasia, ekonomi Armenia akan berkembang. Khususnya bahwa Iran dapat membantu negara kawasan Kaukasus ini bergabung dengan rencana besar kawasan dan internasional. Meski demikian, pemerintah Armenia sebelumnya tidak banyak memperhatikan masalah ini. Selain itu, banyak program bersama Iran dan Armenia mandek dan tidak dilaksanakan.

Tapi di era Perdana Menteri Nikol Pashinyan, salah satu kendala terpenting Armenia di sektor ekonomi berhasil diidentifikasi. Sejatinya kasus tidak adanya hubungan dengan Iran untuk berpartisipasi di rencana besar kawasan dan internasional menjadi agenda pemerintah Yerevan. Oleh karena itu, bergabungnya Iran dengan Perjanjian Tarif Preferensi Eurasia sebuah prestasi besar bagi pemerintah Pashinyan. Masalah ini juga mampu memberi bantuan besar ke ekonomi Armenia dan merealiasikan janji perdana menteri negara ini.

Pashinyan belum lama berkuasa, namun demikian basis rakyat dan mayoritas pendukungnya optimis dengan manajeman perdana menteri ini, Armenia akan menyongsong masa depan yang lebih baik. PM Armenia berulang kali sejak berkuasa, menekankan pentingnya memperluas kerja sama dengan Iran. Petinggi Tehran dan Yerevan juga menyatakan bahwa mereka ingin memperkuat hubungan di antara kedua negara termasuk di sektor ekonomi.

Image Caption

Ada banyak potensi di bidang ekonomi di antara kedua negara, namun sampai saat ini belum terwujud. Wajar jika dalam masalah ini media dapat memainkan peran penting dalam memperluas hubungan Yerevan-Tehran. Selain itu juga harus diperhatikan bahwa kedua negara perlu memperhatikan seluruh mekanisme yang ada untuk memperluas hubungan bilateral dan menjamin kepentingan masing-masing. Pastinya dua isu, keamanan dan energi memainkan peran penting di masa depan hubungan Tehran dan Yerevan serta dapat melapangkan jalan interaksi strategis kedua negara bertetangga ini.

Sebelumnya di bulan Mei 2018, di kota Nur-Sultan (Astana), ibukota Kazakhstan, Republik Islam Iran menandatangani nota kesepahaman sementara membentuk zona perdagangan bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia. Salah satu keistimewaan utama EAEU adalah letak geografi negara anggota yang saling berhubungan. Hal ini mendorong perdagangan dan pertukaran ekonomi di antara negara tersebut semakin mudah. Di sisi lain, bergabung dengan EAEU dan bekerja sama dengannya dapat menjadi pintu baru bagi ekonomi Iran dengan seluruh negara anggota dan jalinan ekonomi semakin mudah dibentuk atau memperluas hubungan di antara mereka.

Terkait hal ini, Menlu Iran Mohammad Javad Zarif menekankan bahwa partisipasi Iran di KTT Uni Ekonomi Eurasia dan peratifikasian perjanjian perdagangan preferensial, secara praktis diraih kemajuan penting di forum Yerevan.

Di akun twitternya Zarif seraya mengisyaratkan KTT Uni Ekonomi Eurasia di Armenia menulis, "Dengan aktifnya koridor utara-selatan dan selatan-barat, maka akan terbuka peluang untuk memperluas perdagangan regional dan memperkokoh peran Tehran sebagai pusat vital titik penghubung."

Keanggotaan Tehran di Uni Ekonomi Eurasia yang memiliki prospek cerah dapat membantu Iran melewati tekanan ekonomi.

Keanggotaan Iran di Uni Ekonomi Eurasia memungkinkan Tehran untuk memanfaatkan tarif perdagangan, peluang investasi dan kemudahan hubungan ekonomi dengan negara-negara anggota organisasi ini. Diharapkan dengan kemudahan ini proses ekspor dan pembukaan pasar baru di tingkat regional akan memperkokoh hubungan dagang Iran dengan negara angota EAEU.

Di atnara prioritas utama pengembangan hubungan ekonomi Iran dan Armenia adalah akses Iran ke pasar Eurasia melalui Armenai. Armenia dapat menjadi jalur baru dan penting bagi ekspor dan impor Iran. Di tengah-tengah kondisi Iran yang dililit sanksi, kondisi ini terbentuk  bahwa Iran dengan memperluas hubungan ekonomi juga bisa memperluas hubungan dengan negara-negara anggota EAEU. Dalam hal ini, diperlukan langkah praktis serius untuk memanfaatkan potensi ini. Terkait hal ini, juga diperlukan perbaikan kondisi infrastruktur di jalur transit barang antara kedua negara.

Image Caption

Iran dan Armenia selama bertahun-tahun memiliki hubungan politik yang baik, namun kedua negara sampai saat ini belum menyaksikan pergerakan serius untuk memperluas hubungan ekonomi. Namun demikian bila dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, berbagai langkah telah diambil namun level hubungan ekonomi saat ini dapat ditingkatkan lebih besar lagi.

Sayid Jalil Jalalifar, pakar ekonomi dan bea cukai mengatakan,"Di Eurasia, pedagang dan bisnismen Iran dapat menikmati tarif preferensial 800 produk. Dalam hal ini, nilai cukai barang juga akan semakin realistis."

Pengamat ini menambahkan, "Bergabung dengan Eurasia, akan terbuka akses ke ekonomi global. Kemajuan dan kekuatan ekonomi Iran akan terbukti ketika mampu bersaing di tingkat global."

Dalam hal ini, Hadi Tizhoush Taban, kepala kamar dagang bersama Iran-Rusia menjelaskan, "Bergabungnya Iran dengan Uni Ekonomi Eurasia sebuah peluang besar dan berharga bagi pedangan Iran. Bisnismen Iran dapat menjamin ratusan barang konsumsi pasar ini dengan tarif rendah. Maksudnya adalah penjualan barang dan ledakan produk serta ekspor. Namun partisipasi ini baik itu untuk sektor pemerintah maupun swasta memiliki banyak persyaratan. Persyaratan pertama adalah pengokohan infrastruktur transportasi, navigasi dan dicabutnya berbagai aturan tambahan di sektor produksi, impor dan ekspor. Tarif ini akan menguntungkan bisnismen Iran ketika kendala pemerintah dicabut dan jalan terbuka lebar."

Mohammadreza Faroughi, wakil ketua pertama komisi kemudahan perdagangan dan manajemen impor Iran terkait hal ini mengatakan, "Iran di akhir Oktober tahun ini secara resmi akan bergabung dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) dan untuk pertama kalinya setelah kemenangan Revolusi Islam, Iran terlibat aktif dalam sebuah perjanjian ekonomi regional. Di koridor perdagangan bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia, produk ekspor Iran ke Rusia, Kazakhstan, Belarusia, Armenia dan Kyrgyzstan akan mengalami tarif preferensi atau bahkan nol. Di antara manfaat keanggotaan ini adalah kemudahan instruksi dan peraturan, pemulihan produksi dan kualitas produk serta pengemasan. Di sebagian produk yang dibutuhkan Eurasia seperti produk pertanian dan bahan makanan, kita dapat mempersiapkan pasar yang baik bagi sektor ekspor. Negara anggota Uni Ekonomi Eurasia juga dapat mengekspor produk mereka ke Iran dengan harga lebih murah karena rendahnya bea cukai."

Secara umum, bergabungnya Iran dengan Uni Ekonomi Eurasia selain membantu perekonomian Tehran, maka ekonomi Armenia dan seluruh anggota lainnya akan semakin berkembang. Hal ini juga menjadi alasan pemerintah Eurasia memainkan peran lebih aktif untuk memulihkan kondisi ekonomi rakyatnya dengan motivasi lebih besar untuk menggalang kerja sama dalam koridor organisasi ini.

 

Tags

Komentar