Okt 13, 2019 14:59 Asia/Jakarta
  • White Cane Safety Day
    White Cane Safety Day

Pada Tahun 1950, UNESCO dan World Blind Union (WBU) menyetujui dan mengadopsi aturan Tongkat Putih pada pertemuan bersama dan pada 15 Oktober yang bertepatan dengan 24 Mehr dalam penanggalan Iran dan diumumkan sebagai "Hari Tongkat Putih Sedunia" atau Hari "White Cane Safety Day". Penyusun aturan Tongkat Putih adalah seorang ahli matematika dan pengacara.

Tunanetra memiliki hak untuk menikmati semua kenyamanan hidup dalam masyarakat. Mereka memiliki hak untuk menggunakan trotoar, jalan, jalan raya dan transportasi umum seperti pesawat terbang, kereta api, bus, mobil, kapal, hotel, tempat-tempat umum, pusat rekreasi dan keagamaan. Jika kadang-kadang ada pembatasan penggunaan fasilitas dan properti ini harus mencakup semua anggota masyarakat dan jika seseorang atau organisasi membatasi penggunaan fasilitas publik hanya untuk orang tunanetra atau mengabaikan hak-hak orang tunanetra yang berakal dan dewasa, maka orang atau organisasi tersebut dinyatakan bersalah.

Pengemudi kendaraan diwajibkan untuk mengawasi mereka yang menggunakan tongkat putih saat melintas. Pemerintah wajib mendorong orang buta untuk berpartisipasi dalam urusan pemerintah sehingga mereka dapat bekerja. Pejabat pemerintah harus memperingati tanggal 15 Oktober setiap tahun sebagai peringatan bagi orang tunanetra dan hukum tongkat putih serta mendesak orang untuk berperilaku wajar dengan orang buta wajar dan mengambil langkah yang tulus dan efektif bagi mereka.

Hari Orang Buta Sedunia

Melihat dan memahami dunia di sekitar kita sangat penting, itulah sebabnya Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan tahun ini sebagai tahun perawatan mata. Kebutaan dan kurang awas atau low vision (lovi) adalah masalah fisik yang diderita banyak orang di seluruh dunia. Penyebab utama masalah ini adalah bawaan. Bertambahnya usia, kesalahan refraksi yang tidak diobati, katarak, kebutaan progresif (glaukoma) dan retinopati diabetik merupakan penyebab utama kebutaan dan kurang awas.

Jumlah total orang buta di dunia adalah 28 juta pada tahun 1975 dan jumlah kurang awas mencapai 80 juta orang, dimana dalam 44 tahun terakhir, jumlah tunanetra telah mencapai 76 juta dan jumlah kurang awas telah mencapai 180 juta orang dan data ini menunjukkan urgensi memperhatikan masalah ini. Penyebab 47 persen dari kasus kebutaan katarak, 12% glaukoma, 5% penyakit mata terkait diabetes, 18% kesalahan refraktif yang tidak diobati, 5% kekeruhan kornea, dan 122% perkawinan genetik dan keluarga. Populasi tunanetra di Iran adalah sekitar 90.000 dan jumlah kurang awas adalah dua kali lipat.

Biaya kehilangan produktivitas dan biaya yang dihabiskan untuk rehabilitasi dan pendidikan untuk tunanetra dan kurang awas membawa beban ekonomi yang berat pada masyarakat. Untuk alasan ini, informasi tentang perawatan dan pedoman yang diperlukan untuk mencegah gangguan penglihatan sangat penting. Karena setiap anak di dunia buta setiap menit, dengan memperhatikan masalah kesehatan dan mengambil tindakan seperti menyaring mata bayi dan sebagainya dapat mencegah gangguan ini di mata anak-anak.

Waktu emas untuk mengobati gangguan penglihatan adalah minggu pertama kelahiran dan orang tua harus berhati-hati terhadap gangguan mata pada bayi mereka. Sebagian besar bayi dengan mata malas akan menjadi buta jika tidak dirawat. Bayi yang dilahirkan dengan katarak dan glaukoma bawaan juga akan menjadi buta jika tidak dirawat. Gangguan penglihatan bayi, terutama glaukoma dan katarak kongenital, harus didiagnosis dan diobati sesegera mungkin. Karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan detil terhadap kesehatan mata bayi selama beberapa hari pertama kelahiran, terutama untuk bayi yang lahir dari pernikahan keluarga.

Salah satu langkah yang diambil untuk melayani tunanetra di Iran adalah pendirian Asosiasi Tunanetra Iran pada tahun 1372 HS (1993 M). Orang-orang yang bekerja dengan organisasi visioner ini, baik dari dapat melihat atau tidak, telah melakukan upaya terbaik mereka untuk memperkenalkan masyarakat dengan hak-hak alami orang tunanetra dan kurang awas dan untuk merealisasikan hak-hak ini, mereka menyeru siapa saja berkomitmen untuk membantu.

Selain itu, asosiasi ini berusaha untuk mempromosikan kepercayaan rasional di antara orang tunanetra dan kurang awas bahwa Allah telah menciptakan manusia sedemikian rupa sehingga, meskipun ada kekurangan dari salah satu anggota badannya, bukan saja ia dapat hidup seperti masyarakat lainnya, tapi juga dapat berfungsi sebagai elemen masyarakat yang sukses dan memberdayakan.

Asosiasi Tunanetra Iran

Iran Sephid (White Iran), yang juga dikenal sebagai surat kabar dengan huruf Braille pertama di Iran dan dunia, adalah langkah menuju membuatnya lebih mudah bagi orang buta untuk mengakses konten sehari-hari di dunia, serta membiasakan orang dan pejabat dengan kebutuhan, kemampuan, keprihatinan dan masalah mereka. Koran ini telah beroperasi sejak 1996 di bawah Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA).

Surat kabar Iran Sephid (White Iran)

Seniman Iran juga telah mengambil langkah-langkah untuk membantu orang tunanetra. Sebagai contoh, tahun ini seorang aktris telah mendirikan sebuah lembaga bernama Sevina bekerja sama dengan sekelompok seniman dan tunanetra. Lembaga ini mendirikan perusahaan radio bernama Radio Sevina. Menurut pendiri Sevina, Gelareh Abbasi, radio akan menghasilkan program menghibur yang akan melibatkan masyarakat umum dan menyajikan potensi orang tunanetra kepada publik melalui stasiun radio Internet.

Penayangan film-film terbaru yang dimainkan oleh tunanetra dan kurang awas adalah salah satu tujuan utama Institut Sevina. Lembaga ini juga berusaha membuat penggemar tertarik mengunduh video dan serial TV yang telah diberi penjelasan di situs webnya. Sesi kritik buku, liputan langsung acara budaya dalam format radio dan internet, produksi podcast, pengenalan orang-orang tunanetra yang sukses dan berkenalan dengan para seniman untuk dapat mengetahui bakat dan kebutuhan orang-orang ini adalah tujuan lain dari peluncuran Sevina.

Radio Sevina digagas oleh para seniman Iran

Kebutuhan penting lain bagi tunanetra adalah kegiatan olahraga untuk menjaga kesehatan mereka. Untuk tujuan ini, Federasi Olahraga Tunanetra dan Kurang Awas Republik Islam Iran, sebagai anggota resmi Organisasi Dunia untuk Tunanetra dan Kurang Awas (IBSA) yang didirikan pada tahun 1999 dan beroperasi di bawah naungan Organisasi Pendidikan Jasmani. Federasi saat ini memiliki 10 cabang olahraga pria termasuk bola gawang, lari, renang, judo, catur, bersepeda dua orang, angkat besi (powerlifting), sepak bola 5 orang, umum dan bowling. Sementara untuk wanita, federasi ini menangani cabang olahraga bola gawang, atletik, renang, catur, bowling, dan publik.

Menyiapkan dan menyusun kalender olahraga tahunan pada tajuk utama kejuaraan, kamp tim nasional, program pelatihan dan penelitian, dan urusan budaya dan promosi di tingkat kejuaraan serta memperlengkapi dan mengirim tim nasional ke kompetisi di luar negeri, termasuk Paralimpiade, Dunia, Asia dan internasional adalah tugas utama federasi ini.

Karena orang tunanetra tidak dapat membaca dan menulis karena kekurangan penglihatan, mungkin tulisan Braille adalah salah satu penemuan paling penting dan terkenal yang dibuat untuk orang tunanetra. Namun, banyak teknologi baru dan menarik tersedia untuk orang tunanetra saat ini. Namun tulisan Braille masih menjadi salah satu yang paling penting. Tulisan Braille pertama kali ditemukan oleh Louis Braille. Dia kehilangan penglihatannya karena kecelakaan dan kemudian menemukan tulisan. Untuk tujuan ini, 14 Dey yang bertepatan dengan tanggal 14 Januari diperingati sebagai Hari Braille Internasional mengenang hari kelahiran Louis Braille di kalender dunia.

Louis Braille

Louis Braille, yang kehilangan penglihatannya pada usia tiga tahun, kemudian pada 1818 dengan teman-temannya mendirikan Institut Nasional untuk Tunanetra Muda di Paris dan pada 1826 mulai melatih orang tunanetra. Hari ini, ketenaran Braille adalah karena sistem tulisan terkemuka yang ia temukan pada waktu yang digunakan dalam pesan kode militer. Sistem tulisan Braille atau tulisan timbul mencakup bentuk reguler pada karton tipis yang dapat dipahami dan dibaca oleh orang tunanetra melalui sentuhan. Metode ini telah berhasil hingga saat ini dan digunakan di banyak negara di dunia.

Tulisan Braille digunakan di banyak negara dunia

Menurut para peneliti, jika metode pengobatan tidak diperbaiki dan beberapa penyakit berlanjut, populasi tunanetra dan kurang awas di dunia akan berlipat tiga hingga 2050, dan kemudian akan jauh lebih sulit untuk mengendalikan dan mengobati. Karena itu, pencegahan adalah cara pasti untuk mencegah munculnya penyakit ini. Pentingnya orang tunanetra sebagai bagian besar dari masyarakat manusia telah menyebabkan Organisasi Kesehatan Dunia untuk meluncurkan program khusus untuk melatih, mencegah dan mengobati penyakit mata.

Sebagai contoh, Organisasi Kesehatan Dunia, bekerja sama dengan Badan Internasional untuk Pencegahan Kebutaan dan beberapa LSM internasional tentang pengelolaan gangguan penglihatan, telah meluncurkan sebuah program yang disebut "Vision 2020", yang bertujuan menghilangkan kebutaan yang dapat dicegah pada tahun itu hingga tahun 2020 dirancang dan diimplementasikan sehingga semua manusia memiliki hak untuk melihat. Implementasi yang sukses dari program Vision 2020 nampaknya mencegah sekitar 100 juta orang menjadi buta di dunia.

Dan akhirnya, tongkat putih adalah bendera kemerdekaan bagi orang tunanetra. Hari Tongkat Putih bukan hari kasihan, itu adalah hari pengakuan kemerdekaan dan hak-hak orang tunanetra. Hari ini mengingatkan kita akan tugas kita kepada orang tunanetra dan menekankan bahwa di semua pekerjaan, kondisi orang buta juga harus diperhitungkan dan dipikirkan demi kenyamanan mereka.

Sejauh ini telah ada langkah-langkah yang diambil untuk membuat jalur khusus untuk orang tunanetra, buku-buku yang diterjemahkan ke dalam huruf Braille, perangkat lunak yang dirancang untuk mereka, dan sebagainya. Kepedulian terhadap keselamatan orang buta dan ketaatan terhadap hak-hak sosial mereka selalu dan tetap menjadi perhatian bagi orang-orang baik dan masyarakat internasional, dan perlu dari waktu ke waktu untuk mengatasi kebutuhan orang tunanetra pada umumnya.

Tags